PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim Ekspedisi Patriot khususnya Tim C yang beranggotakan Syabab, Ilham, Endah, dan Grace mengundang Pemerintah Distrik Tomage, penyuluh pertanian lapangan, perwakilan kelompok tani, BUMKam, PKK, KUD, dan lembaga pendukung lainnya untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi Lokal yang berfokus pada kondisi pertanian setempat.
Dalam sesi dialog, peserta FGD menyampaikan gambaran nyata mengenai kondisi pertanian di Tomage. Selain padi, jagung, dan sayuran, terdapat beberapa komoditas lain yang tercatat memiliki peluang pengembangan antara lain kelapa, rambutan, kopi, dan lada. Peserta menjelaskan alur rantai nilai dari berbagai komoditas, mulai dari proses produksi hingga pemasaran ke kios maupun konsumen akhir.
Diakui, bahwa pemasaran masih menghadapi tantangan, termasuk perbedaan harga antar wilayah dan keterbatasan produksi para petani yang belum mampu memenuhi permintaan seperti sayuran, dikarenakan semakin bertambahnya penduduk yang tinggal di Tomage seperti anggota Batalyon.
Selain permasalahan pemasaran dan keterbatasan produksi sayur, pertemuan tersebut juga menyoroti tiga persoalan yang menjadi hambatan para pertanian di Tomage, yaitu tingginya tingkat keasaman tanah, belum optimalnya drainase, dan minimnya dukungan teknis dari lembaga terkait dalam pengolahan lahan.
Syabab, Ilham, Endah, dan Grace Dari Tim C Ekspedisi Patriot Yang Melaksanakan FGD di Distrik Bomberay. Jumat (21/11/2025). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Khususnya untuk komoditas pangan yang diharapkan dapat berkembang seperti padi, produktivitasnya masih sangat rendah akibat kendala kondisi tanah dan hama tanaman seperti sapi dan babi.
Permasalahan tanah yang asam membuat proses budidaya menjadi kurang efektif, terutama untuk komoditas pangan seperti padi, jagung, dan sayuran. Kondisi ini diperparah dengan genangan air di banyak area sawah, sehingga petani kesulitan melakukan pengolahan lahan secara maksimal.
Peserta FGD sepakat bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan intervensi serius dari lembaga teknis, khususnya dalam penyediaan input pertanian, perbaikan lahan, serta pendampingan berkelanjutan dari lembaga pertanian terkait.
FGD yang dilaksanakan tim C, Ekspedisi Patriot, pada 18 November 2025, ini turut menyoroti pentingnya peran lembaga seperti Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, dan lembaga pendukung petani lainnya dalam menyelesaikan permasalahan pertanian di Distrik Tomage serta pendampingan berkelanjutan.
Kegiatan ini ditutup dengan kesepahaman bahwa masyarakat Distrik Tomage memiliki komitmen tinggi untuk memajukan sektor pertanian, namun peningkatan produktivitas hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid antar petani, pemerintah, dan lembaga terkait. Dengan dukungan dan intervensi yang tepat, potensi komoditas lokal diyakini dapat berkembang secara lebih optimal dan berkelanjutan.(rls tim ekspedisi patreiot/ editor: Enrico Letsoin)














