Papua Barat

Tekan Antrean Rawat Jalan, RSUD Fakfak Terapkan Budaya Layanan ‘SI CEPAT SANTUN’

230
×

Tekan Antrean Rawat Jalan, RSUD Fakfak Terapkan Budaya Layanan ‘SI CEPAT SANTUN’

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Fakfak
Direktur RSUD Fakfak Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S. Senin (03/07/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Fakfak terus berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital.

Langkah nyata ini diwujudkan dengan menghadirkan inovasi layanan pendaftaran pasien rawat jalan berbasis Patient Flow Management bernama SI CESA (SI CEPAT SANTUN).

​Inovasi tersebut lahir sebagai solusi atas permasalahan panjangnya waktu tunggu dan alur pendaftaran pasien yang selama ini dinilai kurang efisien.

Berdasarkan hasil observasi internal, sebanyak 73 persen pasien rawat jalan di RSUD Fakfak sebelumnya harus menunggu lebih dari 60 menit untuk mendapatkan pelayanan.

​”Sering kali keluhan masyarakat bukan karena pelayanan medisnya, tetapi karena proses administrasi yang panjang, antrean lama, serta alur pelayanan yang kurang efisien,” ujar Direktur RSUD Fakfak Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S.,  dalam paparan sambutannya.

Menurutnya, ​melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) SI CESA yang baru, seluruh proses registrasi pasien kini ditargetkan rampung maksimal dalam waktu 15 menit.

Target ini dirancang untuk mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar total waktu tunggu pelayanan secara keseluruhan berada di bawah 60 menit.

Dikatakannya, ​penyederhanaan alur yang paling signifikan dirasakan oleh pasien umum, khususnya peserta Program Pengobatan Gratis dan Medical Check Up. Jika sebelumnya pasien harus mengambil antrean manual dan menunggu panggil petugas, kini prosesnya disederhanakan menjadi dua langkah saja:

1./ ​Melakukan registrasi mandiri melalui aplikasi SI CESA.

2./ ​Verifikasi barcode atau biometrik saat tiba di rumah sakit, lalu langsung menuju poli tujuan.

​Sementara bagi pasien BPJS yang telah memanfaatkan aplikasi Mobile JKN, pendaftaran dapat dilakukan mandiri via Anjungan Pendaftaran Mandiri tanpa perlu mengantre di loket konvensional, ujarnya.

Lanjutnya, ​Inovasi SI CESA bukan hanya sekadar pembaruan aplikasi pendaftaran, melainkan wujud transformasi budaya kerja bagi seluruh lini pelayanan rumah sakit. Budaya ini ditopang oleh enam nilai utama, yaitu:
– ​SIGAP: Cepat merespon kebutuhan pasien.
– ​AKURAT: Menyajikan data dan informasi yang tepat.
– ​NYAMAN: Proses yang aman, mudah diakses, dan memberikan rasa nyaman.
– ​TERUKUR: Memiliki standar waktu dan indikator evaluasi yang jelas.
– ​UNGGUL: Mengedepankan inovasi berkelanjutan demi kepuasan pasien.
– ​NYATA: Manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

​Inovasi SI CESA ini juga merupakan bentuk implementasi Proyek Perubahan dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I di Makassar yang didukung penuh oleh Bupati Kabupaten Fakfak beserta jajaran pimpinan OPD dan tim efektif internal, pencapaian jangka pendek dari proyek perubahan ini berhasil direalisasikan.

​Pihak manajemen RSUD Fakfak berharap inovasi ini menjadi fondasi awal dari transformasi digital yang berkelanjutan. Ke depan, sistem ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Fakfak semakin profesional, modern, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat, tutupnya. (Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *