PAPUADALAMBERITA.COM.FAKFAK – Upaya penyelamatan berlangsung dramatis di perairan Fakfak, Papua Barat, setelah seorang warga tertinggal kapal Tol Laut KM Sabuk Nusantara yang telah meninggalkan Pelabuhan Fakfak, Jumat (21/8/2026).
Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Fakfak bergerak cepat setelah menerima informasi tersebut.
Warga yang tertinggal langsung dijemput menggunakan longboat patroli untuk mengejar kapal yang sudah berada di perairan.
Dengan mengandalkan longboat patroli, personel Satpolairud kemudian menyusul KM Sabuk Nusantara.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kapal, petugas berhasil membantu warga tersebut kembali naik ke kapal dengan aman.
Proses penyusulan berlangsung dengan mengutamakan keselamatan warga dan personel di tengah perjalanan laut.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., mengapresiasi respons cepat personel Satpolairud dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.
“Polri harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Apa yang dilakukan personel Satpolairud merupakan wujud pelayanan yang cepat, humanis dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Naim.
Menurut Naim, aksi tersebut menjadi bagian dari semangat pengabdian Polri, terlebih berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus.
Ia menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban. Polisi juga dituntut mampu memberikan pertolongan secara cepat ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Naim mengimbau masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar lebih memperhatikan jadwal keberangkatan. Penumpang juga diminta tiba di pelabuhan lebih awal untuk menghindari kejadian serupa.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan personel di wilayah perairan. Dalam situasi ketika kapal sudah meninggalkan pelabuhan, kecepatan respons menjadi kunci agar warga dapat kembali ke kapal dengan selamat. “Arnavad Darpa Mahe” — Karena di Laut Kami Bangga.(rls)













