Papua Barat

TIM 2 TEP UNHAS Latih Warga Weri dan Saharey Susun Business Model Canvas

133
×

TIM 2 TEP UNHAS Latih Warga Weri dan Saharey Susun Business Model Canvas

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Tim 2 TEP Universitas Hasanuddin Latih Warga Weri dan Saharey, Distrik Fakfak Timur, Susun Business Model Canvas. Senin (21/09/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Selembar kertas berisi sembilan kotak kini menjadi peta jalan usaha bagi warga Kampung Weri dan Kampung Saharey.

Kotak-kotak tersebut merupakan komponen Business Model Canvas (BMC), alat perencanaan bisnis yang dipelajari warga dalam Pelatihan Penyusunan BMC Sederhana di Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (20/9/2026).

​Pelatihan ini diselenggarakan oleh TIM 2 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 dan dipandu langsung oleh Ketua Tim, Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D.

​Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pengolahan produk lokal yang telah digelar sebelumnya. Setelah warga dibekali keterampilan mengolah hasil alam, pelatihan BMC hadir untuk membantu mereka menata strategi bisnis agar produk yang dihasilkan lebih terarah dan memiliki nilai jual kompetitif.

​Dalam sesi materi, setiap kotak pada kanvas dijelaskan sebagai representasi dari pertanyaan kunci dalam berbisnis, mulai dari penentuan target konsumen, keunggulan produk, saluran pemasaran, hingga kalkulasi pendapatan dan estimasi biaya operasional.

Penyampaian materi menggunakan bahasa sehari-hari serta contoh kongkret kehidupan kampung, sehingga konsep manajemen usaha yang semula terkesan rumit dapat dipahami peserta dengan mudah.

​Usai pemaparan, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk praktik langsung mengisi kanvas bisnis sesuai dengan produk olahan masing-masing.

Didampingi anggota TIM 2 TEP UNHAS, suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertukar pikiran mengenai penetapan harga jual, pemilihan lokasi distribusi, hingga rancangan kemasan yang menarik.

​”Kami ingin warga memiliki gambaran usaha yang jelas sejak awal, sehingga hasil olahan potensi kampung ini benar-benar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ujar Prof. Makkarennu.

​Pelatihan ditutup dengan sesi presentasi dari setiap kelompok di hadapan seluruh peserta. Hasil dari penyusunan kanvas bisnis ini akan dijadikan dasar untuk program pendampingan lanjutan serta strategi pengembangan pemasaran produk olahan dari Kampung Weri dan Saharey.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *