Papua Barat

Tim Ekspedisi Patriot 2026 Perkuat Transformasi Layanan Dasar Berbasis Komunikasi di Weri-Saharey

325
×

Tim Ekspedisi Patriot 2026 Perkuat Transformasi Layanan Dasar Berbasis Komunikasi di Weri-Saharey

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Kamis (26/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 resmi hadir di kawasan transmigrasi Weri-Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong transformasi kawasan transmigrasi melalui penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan layanan dasar, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

​Pelaksanaan TEP merupakan bagian integral dari program Trans Patriot dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT). Program ini berfokus pada pemerataan kesejahteraan serta optimalisasi sektor pendidikan dan kesehatan. Weri-Saharey dipilih menjadi salah satu lokasi fokus (lokus) lantaran masih menghadapi tantangan nyata dalam pemenuhan akses layanan dasar tersebut.

​Melihat kondisi di lapangan, Tim 12 Ekspedisi Patriot yang dipimpin oleh Dr. Andi Agus Mumang, SKM., dosen S2 Ilmu Biomedik Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), turun langsung melakukan pengkajian, pemetaan kebutuhan warga, hingga penguatan kapasitas komunitas. Pendekatan yang diterapkan menempatkan masyarakat setempat sebagai subjek utama transformasi dengan memaksimalkan potensi modal sosial yang ada.

​Ketua Tim 12 TEP, Dr. Andi Agus Mumang, mengungkapkan bahwa kehadiran timnya juga bertujuan menindaklanjuti rekomendasi kegiatan sebelumnya melalui pengembangan Model Transformasi Layanan Komunitas Berkelanjutan.

​”Model ini mengintegrasikan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan psikososial agar masyarakat memiliki kapasitas dalam memenuhi kebutuhan layanan dasarnya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

​Melalui intervensi dan pendampingan TEP 12 di Weri-Saharey, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan diharapkan mampu memberikan dampak konkret. Langkah ini diikhtiarkan untuk mencetak masyarakat transmigrasi yang cerdas.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *