PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos, M.AP, didampingi Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, MT., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Distrik di Kabupaten Fakfak, yang dipusatkan di Distrik Fakfak Tengah, Senin (16/3/2026).
Penutupan Musrenbang Distrik di Fakfak Tengah, dihadiri Kepala Distrik Fakfak Tengah, Fakfak Timur Tengah, Kepala Kampung dan Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Fakfak
Bupati Samaun Dahlan ketika menutup agenda tahunen tersebut, memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh organisasi perangkat daerah, kepala kampung, hingga tokoh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyampaikan aspirasi. Dia menegaskan, Musrenbang adalah wadah strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat di tingkat kampung dengan kebijakan pembangunan daerah.
”Musrenbang ini merupakan bagian penting dari proses perencanaan yang partisipatif. Saya sangat menghargai berbagai usulan dan gagasan yang telah disampaikan, karena ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk membangun Fakfak yang lebih merata,” ujar Bupati Samaun Dahlan.
Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung diakomodir dalam satu tahun anggaran. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta perlunya penyelarasan dengan skala prioritas nasional dan provinsi.
Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Yang Hadir Mengikuti Penutupan Musrenbang Tingkat Distrik, Yang Dipusatkan di Balai Kampung Kayu Merah, Distrik Fakfak Tengah. Senin (16/03/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.
”Perlu dipahami bahwa diperlukan penentuan skala prioritas. Namun, saya pastikan seluruh aspirasi tetap menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah, baik RKPD maupun program jangka menengah ke depan,” tambahnya.
Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar benar-benar memperhatikan hasil Musrenbang ini. Samaun Dahlan menekankan, setiap program yang disusun harus mampu menjawab persoalan mendasar di tengah masyarakat, terutama di sektor infrastruktur dasar, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi kampung.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong. Menurutnya, pembangunan Kabupaten Fakfak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan butuh sinergi antara pemerintah, DPRK, dunia usaha, dan masyarakat.
”Dengan semangat kebersamaan, saya yakin kita mampu mewujudkan Kabupaten Fakfak yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutup Samaun Dahlan. (Enrico Letsoin)













