Papua Barat

Wakapolda Papua Barat dan Kepala BRMP Optimalkan Pengembangan Benih Jagung untuk Ketahanan Pangan

614
×

Wakapolda Papua Barat dan Kepala BRMP Optimalkan Pengembangan Benih Jagung untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana bersama Kepala BRMP Dr. Abdul Syukur Syarif meninjau lahan penangkaran benih jagung dan pembangunan gudang pengering (dryer) jagung di SP 5 Kampung Macuan, Kabupaten Manokwari, Sabtu (6/6/2026).FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI –  Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., GRGP., CHCM., CRPP., bersama Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P., meninjau kegiatan penangkaran benih jagung dan progres pembangunan gudang pengering (dryer) jagung di SP 5 Kampung Macuan, Kabupaten Manokwari, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan dan percepatan swasembada pangan di Papua Barat melalui penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda Papua Barat dan Kepala BRMP berdialog dengan para petani serta memantau perkembangan lahan penangkaran benih jagung yang diproyeksikan menjadi pusat penyediaan benih unggul bagi pengembangan jagung di Kabupaten Manokwari.

Rombongan juga meninjau pembangunan fasilitas gudang pengering yang akan berfungsi sebagai sarana pascapanen untuk menjaga kualitas benih dan hasil produksi jagung, sehingga mendukung sistem pembenihan modern dan berkelanjutan.

Kepala BRMP menjelaskan, setiap tanaman jagung diberikan pupuk sebanyak enam gram per pohon dengan perbandingan satu bagian urea dan tiga bagian Phonska. Pupuk ditaburkan pada jarak sekitar lima hingga sepuluh sentimeter dari batang tanaman, kemudian ditutup dengan tanah agar unsur hara dapat terserap secara maksimal oleh akar.

Selain itu, rombongan memantau kondisi tanaman yang terdampak serangan hama Spodoptera frugiperda atau ulat grayak jagung. Meski demikian, kondisi tanaman di lokasi demplot dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan positif.

Lahan percontohan seluas sekitar satu hektare diproyeksikan mampu menghasilkan enam ton benih jagung. Produksi ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penanaman hingga sekitar 200 hektare lahan jagung di Kabupaten Manokwari. Kepala BRMP menyebut program ini diharapkan menjadi model percontohan pembenihan jagung bagi wilayah lain di Papua Barat.

Dalam kesempatan itu, diperkenalkan pula konsep single replanting atau tanam sisip, yaitu penanaman kembali sebelum masa panen selesai. Metode ini bertujuan meningkatkan efisiensi lahan, mempercepat siklus produksi, menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, serta mengurangi biaya operasional pertanian.

Wakapolda Papua Barat menekankan bahwa pengembangan sektor pertanian harus didukung perencanaan matang, termasuk pendataan luas lahan potensial, jumlah kelompok tani, dan kebutuhan benih di setiap distrik agar program pengembangan jagung berjalan terukur dan berkelanjutan.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Gadug Kurniawan, S.I.K., M.H., menyatakan keterlibatan Polda Papua Barat dalam sektor pertanian merupakan wujud sinergi Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Program penangkaran benih jagung dan pembangunan fasilitas pendukung seperti gudang pengering merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta kemandirian benih di Papua Barat. Polda Papua Barat siap mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.

Melalui sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, dan kelompok tani, diharapkan Kabupaten Manokwari menjadi pusat pengembangan benih dan produksi jagung yang mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada pangan di Papua Barat.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *