Papua Barat

Mengejutkan, Manokwari OTG Tambah 41 Orang,  80 Persen COVID-19 Papua Barat dari OTG

90
×

Mengejutkan, Manokwari OTG Tambah 41 Orang,  80 Persen COVID-19 Papua Barat dari OTG

Sebarkan artikel ini

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dokter Arnold Tiniap. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO: rustam madubun.

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI-  Data mengejutkan dirilis Gugus Percepatan Penanganan CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) Papua Barat per Selasa (16/6/2020) ada penambahan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Papua Barat 44 orang, dari Kabupaten Manokwari 41 orang, Kota Sorong dua (2) orang, Kabupaten Raja Ampat satu (1) orang.

Baca juga: Usai Tinjau Alat Pemeriksaan Swab, PCR, Wakil Gubernur Papua Barat Diambil Swabnya

Waspada Total OTG di Papua Barat hingga kini 2.108 orang, masih dalam pemantauan 900 orang, selesai pemantauan 1.208 orang.

‘’Dari data yang direkap teman-teman di tim survelen 80% orang positif COVID-19 itu OTG,  kalau kita lihat yang sampai dengan hari ini dari data yang masuk setiap kali kita publis sebagian besar yang masuk itu OTG juga, kemungkinan meningkat  80 % lebih karena prosetansi dari kasus PDP, ODP sedikit,‘’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dokter Arnold Tiniap kepada wartawan secara virtual atau zoom meting, Selasa (16/56/2020) di Manokwari sore.

‘’Jadi presentasi 80 persen itu meningkat, mungkin sudah sekitar 85% kalau dirata-ratakan,’’ tambah Juru Bicara Gugus Tugas Papua Barat.

Juru Bicara Papua Barat Arnold Tiniap menjelaskan, di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat hari telah merawat empat semua pasien positif.

‘’Pasien pertama Manokwari dulu berasal dari salah satu pemukiman padat penduduk di dalam Kota Manokwari, satu dari Distrik Warmare yang telah sembuh dan sudah keluar, tetapi yang dari dalam kota Manokwari belum sembuh, kemudian tambah yang dari salah satu aparat enegak hukum, terus kemudian ada penulusuran strasing dari kelompok ibu tersebut,’’ ujar Juru Bicara.

Dokter Arnold merinci bahwa empat pasien COVID-19 Manokwari itu dua Orang Asli Papua dan dua non asli Papua, mereka terdiri dari tiga perempuan satu laki-lak.

Lanjut Arnold bahwa OTG potensi positif COVI-19, dari 41 OTG Manokwari hari ini, Ia menyimpulkan sebenarnya kontak stressing dari empat pasien di dalam terutama tiga yang baru.

‘’Bukan masalah dalam hal jumlah yang banyak, tetapi kesiapan kita di Kabupaten Manokwari yang paling penting. Teman teman bisa melihat bahwa 11 pasien positif dari Manokwari semua di rawat di Rumah Sakit Provinsi, RSUD Manokwari hanya merawat satu pasien yang berasal dari Manokwari Selatan yang telah sembuh,’’ tegas Tiniap.

‘’Yang menjadi pertanyaan Gugus Tugas Provinsi, Manokwari siap tidak? Teman-teman perlu mendorong berulang-ulang menyampaikan ke  Pemda Manokwari dengan tingginya OTG ya mungkin saja ada positif kedepan,’’ ujarnya.

Kemudian Manokwari siapnya dimana? Dari 11 pasien semua berasal dari Manokwari semua dirawat di fasilitas Rumah Sakit Provinsi itu kelomok OTG.

‘’Seharusnya kelompok OTG bisa di rawat dan dimasukan di fasilitas karantina yang harus dipersiapkan teman-teman Kabupaten Manokwari, misalnya  di Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong merawat di fasilitas di karantinannya, cuman lima orang saja yang masuk ke Rumah Sakit,’’ tambah Tiniap.

Jadi Manokwari memang harus didoron, kalau tidak, mereka tidak mempersiapkan sampai nanti ada lagi mereka belum siap.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!