Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat, Dokter Arnold Tiniap yang ditemui wartawan saat pencanagan vaksinasi Covid-19 Papua Barat, Kamis (13/1/2021) di RSUD Provinsi... Dokter Arnold: Komda KIPI Akan Tangani Jika Ada Kejadian Pasca Penyuntikan Vaksin Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat, Dokter Arnold Tiniap yang ditemui wartawan saat pencanagan vaksinasi Covid-19 Papua Barat, Kamis (13/1/2021) di RSUD Provinsi Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Pemerintah Daerah Papua Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat telah menggelar vaksinisasi Covid-19 di Papua Barat diawali dengan penyuntikan vaksin kepada 14 warga dari berbagai kalangan ditandai dengan pencanagan oleh Gubernur Papau Barat, Drs Dominggus Mandacan, Kamis (13/1/2021) di RSUD Provinsi papua Barat.

Baca juga: Februari Papua Barat Terima 10.720 Dosisi Vaksin Tahap Dua

Idelnya vaksin atau imunisasi dapat menimbulkan efek samping yang sangat ringan, karena pemberian vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan si penerima imunisasi, ada reaksi seperti rasa sakit saat disuntik dan demam bisa muncul sebagai bagian dari proses reaksi kekebalan.

‘’Untuk antisipasinya perlu masyarakat ketahui, bahwa vaksin atau imunisasi artinya kita menyuntikkan kuman penyakit yang dilemahkan dalam dosis sangat kecil,  beda dengan infeksi alami, infeksi alami itu artinya tubuh ini terinfeksi kuman dengan dosis maksimal langsung masuk dan tubuh dipaksa membuat immun system kekebalan itu bisa juga terjadi,’’ ujar Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap kepada wartawan di Manokwari.

‘’Untuk vaksinasi atau imunisasi kumannya dilemakan jadi efek-efeknya ada,  namanya efek samping bisa terjadi, saat penyuntikan terasa sakit,  bengkak (disekitar tempat suntik, red), selang satu hari ada panas,  pegal-pegal itu sesuatu yang normal, itu terjadi karena kita ada memasukkan vaksin,’’ jelas dr Arnold.

Selain memastikan keamanan dan efektivitas vaksin mulai dari kehalalan hingga ijin penggunaan, pemerintah juga mempersiapkan mekanisme mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) meskipun hanya ada efek samping.

‘’Untuk sistem pengamanan itu ada namanya Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), kejadian ikutan itu artinya sama dengan efek samping tadi,  jadi setelah kita vaksin kemudian dalam kurun waktu tertentu akan timbul keluhan dari orang tersebut, Komda KIPI terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak memantau dalam kurun waktu tertentu,  sehingga kalau ada keluhan lebih dari normal langsung ditangani oleh Komda KIPI, jadi itu tidak perlu dikuatirkan,’’ tutur Tiniap.

Lanjut Tiniap,  bahwa saat berlangsungnya vaksinisasi juga dihadari dan dipantau oleh Komda KIPI yang sudah terbentuk itu.

‘’Teman-teman dari Komda KIPI itu yang akan selalu mengawasi saat vaksin berlangsung,’’ tambahnya.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *