Papua Barat

31 Ton Ikan Yang Masuk di Pelabuhan Fakfak Untuk Kebutuhan BP LNG, Ini Kata Plt Kadis Perindag

362
×

31 Ton Ikan Yang Masuk di Pelabuhan Fakfak Untuk Kebutuhan BP LNG, Ini Kata Plt Kadis Perindag

Sebarkan artikel ini

Plt Kepala Dinas Perindag Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Masih ingatkan, ketika Bupati Fakfak beberapa saat lalu melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Fakfak dan menemukan 31 ton ikan dalam kontainer yang di datangkan dari Surabaya.

Hal ini sempat membuat Bupati geram dan terekspose beberapa media online saat itu, namun ternyata ikan sebanyak 31 ton yang didatangkan dari Surabaya hanya numpang lewat di Pelabuhan Fakfak karena ikan – ikan itu bukan untuk di pasarkan di Fakfak melainkan untuk memenuhi kebutuhan BP LNG Tangguh di Bintuni.

Persoalan ini terungkap dalam rapat koordinasi dampak kenaikan harga BBM yang berlangsung Jumat kemarin (9/9/2022) di gedung pertemuan Winder Tuare yang dipimpin Sekda Fakfak, Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP.

Dalam pertemuan tersebut Plt. Kadis Perindag Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, mengungkapkan, setelah pihaknya menelusuri 31 ton ikan yang didatangkan dari Surabaya ke Fakfak dari bulan Juli sampai Agustus 2022, ternyata ikan sebanyak itu untuk kepentingan BP LNG Tangguh.

“31 ton ikan yang di datangkan dari Surabaya dan turun di pelabuhan Fakfak ternyata untuk kepentingan BP LNG Tanggung yang berada di Sayengga Teluk Bintuni,” ungkap Plt. Kadis Perindag Fakfak.

Mengapa ikan sebanyak itu di datangkan dari Surabaya untuk BP LNG Tangguh ? menurut Mohjak Rengen, ternyataan permintaan kebutuhan ikan yang sangat besar untuk BP Tangguh belum bisa dipenuhi nelayan di Kabupaten Fakfak.

“Masalah kebutuhan ikan untuk LNG Tangguh di Bintuni cukup besar namun permintaan itu tidak bisa dipenuhi nelayan yang ada di Fakfak,” ujar Plt. Kadis Perindak Mohjak Rengen dalam rapat koordinasi dampak kenaikan harga BBM.

Dikatakan, salah satu persoalan yang mengakibatkan nelayan Fakfak tidak mampu menyiapkan kebutuhan ikan bagi LNG  adalah masalah bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan nelayan.

“Nelayan sulit mendapatkan bahan bakar untuk melaut menjadi salah satu persoalan sehingga mereka tidak mampu menyediakan kebutuhan ikan yang cukup banyak bagi kepentingan LNG Tangguh di Bintuni,” ucapnya.

Dia berharap, agar persoalan kebutuhan BBM bagi nelayan dapat teratasi sehingga nelayan di Fakfak meningkatkan hasil tangkapannya agar dapat memenuhi permintaan ikan untuk BP Tangguh di Sayengga Bintuni.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *