PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali mengambil langkah strategis dalam memperluas pemerataan pelayanan kesehatan. Hari ini (Kamis, 13/08/202 6) Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.A.P., meresmikan 6 (enam) Puskesmas baru dan 1 bangunan layanan kesehatan yang terletak di berbagai wilayah strategis Kabupaten Fakfak.
Keenam fasilitas kesehatan tersebut meliputi Puskesmas Fior, Mbahamdandara, Tawar, Warpa, Krabelang, dan Werpigan. Kehadiran puskesmas baru ini diharapkan mampu memangkas jarak pelayanan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan sangat terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Fakfak dr. Maulana Karjadi Patiran, M.Kes., dalam sambutannya saat peresmina 6 Puskesmas yang berlangsung di Kampung Warpah Distrik Kayauni, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengawal pembangunan ini, termasuk ucapan terima kasih secara khusus kepada Staf Khusus Bupati Bidang Ilmu Pengetahuan, Pengembangan Teknologi, dan Pengembangan SDM, Marselus Rahamitu, S.PT, M.Pd, yang turut mendampingi persiapan peresmian.
”Puskesmas bukan hanya sebuah bangunan, tetapi merupakan bagian penting dari pelayanan dasar yang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berkesinambungan,” ujar Maulana Patiran.
Meskipun infrastruktur utama telah berdiri, Maulana Patiran memaparkan laporan objektif mengenai kondisi riil di lapangan guna menjadi bahan evaluasi dan sinergi bersama instansi terkait:
- Prasarana (Kesiapan 80%): Secara umum bangunan sudah memenuhi standar dasar. Namun, masih diperlukan perbaikan minor seperti pembenahan plafon yang terlepas, optimalisasi saluran air bersih, serta pemaksimalan sistem kelistrikan berbasis solar cell (terutama di Puskesmas Mbahamdandaran dan Tawar).
- Akses & Transportasi: Akses jalan menuju Puskesmas Wartutin, Fior, dan Tawar terpantau masih mengalami kerusakan. Selain itu, 5 dari 6 Puskesmas tersebut saat ini belum memiliki mobil ambulans dan Puskesmas Keliling (Pusling) untuk mendukung layanan luar gedung serta rujukan.
- Legalitas & Perizinan: Seluruh Puskesmas telah mengantongi izin operasional. Adapun yang telah resmi teregistrasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah Puskesmas Tomage dan Puskesmas Warpa.
Di sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Menurut Maulana Patiran, kapasitas tenaga kesehatan saat ini baru mencapai kisaran 50 persen dari standar yang ditetapkan dalam Permenkes Nomor 19 Tahun 2024.
”Kami masih menghadapi kekurangan 1 dokter umum dan 5 dokter gigi di setiap puskesmas baru, serta belum terpenuhinya 9 jenis tenaga kesehatan wajib lainnya. Hal ini pula yang menjadi kendala administratif dalam proses registrasi beberapa puskesmas,” jelasnya.
Selain faktor SDM, kata dia, kendala pembiayaan operasional yang belum turun membuat ritme pelayanan di enam puskesmas ini untuk sementara waktu masih berfokus pada pelayanan dalam gedung (indoor).
Menutup laporannya, Maulana Patiran mengajak seluruh jajaran Forkopimda, OPD, pimpinan distrik, hingga tokoh masyarakat untuk membangun sinergi kuat demi menambal kekurangan yang ada secara bertahap.
Kepada para tenaga kesehatan yang bertugas, Maulana berpesan agar senantiasa memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, profesional, ramah, dan tulus mengutamakan kepentingan masyarakat Kabupaten Fakfak.(Enrico)













