Papua Barat

Dukung Ketahanan Pangan, TEP UNHAS Gelar Sosialisasi Pengembangan Ayam Buras di Fakfak Timur

282
×

Dukung Ketahanan Pangan, TEP UNHAS Gelar Sosialisasi Pengembangan Ayam Buras di Fakfak Timur

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Fakfak
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makasar Bersama Perangkat Desa Menggelar Sosialisasi Program "Pengembangan Ayam Buras Berbasis Sumber Daya Lokal di Fakfak Timur. Kamis (13/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tim 13 dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makasar bersama Perangkat desa resmi menggelar sosialisasi program “Pengembangan Ayam Buras Berbasis Sumber Daya Lokal”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (10/8/2026) ini bertujuan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan rumah tangga di Kawasan Saharey, Distrik Fakfak Timur.

​Program yang bernaung di bawah Kementerian Transmigrasi ini fokus pada peningkatan kemandirian pangan masyarakat setempat. Salah satu strategi utamanya adalah memanfaatkan potensi bahan pakan lokal untuk pengembangan ayam buras, yang dikenal mudah dipelihara dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

​Koordinator Anggota Tim 13 Ekspedisi Patriot (TEP) UNHAS Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si.,  menjelaskan bahwa program ini nantinya akan dilaksanakan di dua lokasi strategis, yaitu Kampung Weri dan Saharey. Pemilihan kedua lokasi tersebut didasari oleh besarnya potensi wilayah, ketersediaan lahan yang memadai, serta melimpahnya sumber daya pakan lokal.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makasar Bersama Perangkat Desa Menggelar Sosialisasi Program Pengembangan Ayam Buras Berbasis Sumber Daya Lokal di Fakfak Timur. Kamis (13/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​”Dengan berbasis sumber daya lokal, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut. Kami memahami kendala utama masyarakat selama ini adalah tingginya biaya produksi jika harus mengandalkan pakan pabrikan. Melalui pemanfaatan bahan lokal, ketergantungan tersebut bisa dipangkas sehingga program tetap berkelanjutan,” ujarnya saat membuka sosialisasi.

Menurutnya, untuk memastikan efektivitas di lapangan, pelaksanaan program ini akan menerapkan sistem berbasis kelompok yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat setempat. ​Masyarakat akan dibentuk ke dalam beberapa kelompok pengelola kandang bersama. Sistem kelompok ini dipilih agar:

  • ​Pengelolaan lebih terstruktur berdasarkan minat dan komitmen warga yang ingin beternak.
  • ​Proses pendampingan dan evaluasi berkala oleh tim ahli menjadi lebih mudah dilakukan.
  • ​Distribusi manfaat program dapat dirasakan secara lebih adil dan meluas oleh seluruh warga kawasan transmigrasi.

​Melalui sinergi ini, program diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *