Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Kamis (18/9/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA
PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Dominggus Mandacan minta Dinas Perhubungan himpun data penumpang sebagai dasar usulan kepada Garuda dan Lion Group agar membuka kembali rute langsung Jakarta–Manokwari.
Data tersebut akan digunakan untuk meyakinkan maskapai agar membuka kembali penerbangan langsung Jakarta – Manokwari (PP) yang sudah lama tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19.
“Beberapa waktu lalu kita evaluasi, saya minta Dinas Perhubungan siapkan data-data tiap hari, terutama penerbangan langsung,” kata Dominggus Mandacan saat wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Kamis (18/9/2025).
‘’Sebelum Covid, Garuda ada terbang langsung Jakarta – Manokwari setiap hari, tetapi sekarang semua harus transit di Sorong atau Makassar. Itu yang kita dorong agar bisa kembali,’’ tegas Dominggus.
Dominggus menyebut, ia telah bertemu dengan sejumlah pihak yang memiliki mobilitas tinggi ke Manokwari, termasuk pekerja LNG Tangguh.
Selama ini, mereka harus menggunakan penerbangan tidak langsung dengan transit di Biak, Jayapura, atau Sorong sebelum menuju Babo.
“Saya sudah sampaikan, kalau lewat Jakarta langsung ke Manokwari itu lebih efektif. Mereka (perusahaan) juga sudah membuka kantor perwakilan di Manokwari dan Bintuni. Itu artinya, kontribusi pajak bisa masuk ke daerah kita. Saya minta mereka berikan data pergerakan karyawan tiap hari atau tiap minggu agar bisa dihitung sebagai dasar meyakinkan maskapai, khususnya Garuda dan Lion Group,” jelasnya.
Menurut Gubernur, kondisi Bandara Rendani Manokwari memungkinkan untuk kembali didarati pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800 yang biasa digunakan Garuda, Batik Air maupun Lion Air.
“Runway kita cukup panjang. Jenis pesawat itu bisa mendarat. Tinggal bagaimana kita dorong maskapai membuka rute langsung Jakarta–Manokwari,” tegasnya.
Dominggus menambahkan, saat ini Dinas Perhubungan masih menghimpun data, sebelum langkah komunikasi resmi dilakukan ke pihak maskapai.(rustam madubun)













