Papua Barat

Gubernur Sebut 23 Oktober 2025 PT PUE Launching Penjualan Gas untuk Tingkatkan PAD Papua Barat

580
×

Gubernur Sebut 23 Oktober 2025 PT PUE Launching Penjualan Gas untuk Tingkatkan PAD Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si saat diwawancarai wartawan usai membuka Rakor Pendapatan Daerah dan Kesamsatan di Hotel Aston Manokwari, Kamis (25/9/2025). Dalam kesempatan itu, Gubernur menyebut PT Padoma Ubadari Energy siap meluncurkan penjualan gas dari BP untuk meningkatkan PAD Papua Barat pada 23 Oktober 2025. FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM .MANOKWARI– Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Padoma Ubadari Energy (PUE), anak perusahaan PT Padoma, memastikan kesiapan untuk menangani penjualan gas hasil produksi BP ke dalam negeri.

Baca juga: PT Padoma Ubadari dan Pemda Papua Barat Harap Kesepakatan Harga dengan BP Segera Tercapai

Hal ini ditegaskan Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si saat ditemui wartawan usai membuka Rakor Pendapatan Daerah dan Kesamsatan di Hotel Aston Manokwari, Kamis (25/9/2025).

Menurut Gubernur, PT PUE telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta BP terkait mekanisme penjualan gas.

“PT Padoma Ubadari Energy sudah bangun komunikasi baik dengan Bapak Menteri ESDM. Kami sudah pernah bertemu, mendapatkan arahan dan petunjuk, dan semuanya sudah dikerjakan. PT PUE sudah siap menangani penjualan gas,” kata Gubernur.

Ia menyebutkan, Pemprov Papua Barat melalui PT Padoma, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Biro SDM telah mengadakan pertemuan lanjutan, bahkan sudah menyurati Menteri ESDM untuk menjadwalkan waktu bertemu secara resmi bersama BP.

Meski begitu, hingga saat ini BP belum menetapkan harga gas yang akan dipasarkan oleh PT PUE. Proses penetapan harga akan dibicarakan kembali bersama Kementerian ESDM.

“Dirut PT PUE tadi malam telepon saya, bahwa hari ini Kamis ada pertemuan menjajaki kesepakatan harga di bersama BP untuk menetapkan harga final,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur Dominggus menyebut, PT PUE menargetkan pada 23 Oktober 2025 mendatang akan dilakukan launching perdana penjualan gas dengan memberangkatkan tiga kargo dari LNG Tangguh Bintuni.

“Awalnya dua kargo, tetapi satu kargo yang rencana dikirim keluar batal, dan ditambahkan ke PT PUE. Jadi total ada tiga kargo yang akan diberangkatkan pada 23 Oktober,” paparnya.

Jika penjualan gas tersebut terealisasi, Papua Barat akan mulai menikmati tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasil penjualan akan dibagi sesuai porsi antara Pemda Papua Barat melalui PT Padoma dengan PT PUE sebagai pengelola.

“Kalau sudah berlayar dan dipasarkan, berarti kita sudah memperoleh PAD. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian daerah,” pungkas Gubernur Dominggus.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *