PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, Asisten I (satu) Sektda Arif H. Rumagesan serta beberapa Kepala OPD melakukan kunjungan ke Pasar Kelapa Dua, Pasar Thumburuny dan berakhir di Pasar ikan Tanjung Wagom, Kamis (25/9/2025).
Kunjungan ke tiga pasar tersebut selain melihat kondisi aktifitas pasar, Bupati dan Wakil Bupati ingin memastikan lokasi pasar yang rencananya akan ditempati beberapa pedagang korban kebakaran pertokoan jalan Isak Telussa.
Ketika berkunjung di pasar Kelapa Dua dan pasar Thumburuny, Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik menerima berbagai keluhan dari para pedagang, mulai dari para pedagang korban kebakaran pasar Thumburuny yang terjadi pada tahun 2019 yang kini masih menenmpati pasar kelapa dua yang belum mendapatkan tempat berjualan di pasar Thumburuny.
“Kami pedagang pasar Kelapa Dua yang dulu menempati pasar Thumburuny hingga saat ini belum mendapatkan tempat di pasar Rakyat Thumburuny. Kami berharap agar kami yang belum mendapatkan tempat di pasar Rakyat masih bisa berjualan di pasar kelapa dua,” ungkap beberapa para pedagang di pasar Kelapa Dua.
Menjawab hal itu, Bupati Fakfak Samaun Dahlan memberikan jaminan bagi pedagang tersebut untuk tetap berjualan di pasar Kelapa Dua. “Para pedagang kelapa dua yang belum mendapatkan tempat di pasar Rakyat Thumburuny boleh berjualan di pasar ini dengan catatan tidak boleh ada pedagang baru yang masuk,” pinta Bupati dan Wakil Bupati.
Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik Ketika Meninjau Pasar Kelapa Dua. Kamis (25/9/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.
Sementara di pasar Rakyat Thumburuny, para pedagang mengeluh terhadap petugas Dinas Perindag Fakfak soal pembagian meja jualan yang ada di pasar tersebut bahkan para pedagang mengeluh soal sepinya jualan yang terjadi di lantai dua hingga para pedagang sayur di lantai dua terpaksa pindah ke lantai 1 untuk berjualan di lantai pasar.
“Jualan sayur di lantai dua sepih sehingga kami pedagang di lantai 2 terpaksa pindah ke lantai satu,” keluh para pedagang sayur di pasar Rakyat Thumburuny saat kunjungan Bupati Samaun dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik.
Agar pasar tidak sepih dari pengunjung, para pedagang juga meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk membuka akses dari terminal masuk ke pasar Rakyat sehingga memudahkan pengunjung masuk ke areal pasar tersebut.
Atas keluhan para pedagang di pasar Rakyat Thumburuny, Bupati Samaun mengucapkan terimah kasih kepada para pedagang yang ditemuinya. “Terimah kasih atas Bapak – Ibu untuk keluhan, aspirasi dan masukan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah,” ucapnya kepada para pedagang di pasar Rakyat.
Untuk para pedagang pasar kelapa dua yang rata – rata pedagang pakaian, kedepan kata Bupati, rencanannya pasar tersebut akan dikembangkan khusus untuk pedagang pakaian sedangkan pasar Rakyat akan dipusatkan untuk pedagang sayur – mayur sehingga pedagang pasar Tanjung Wagom yang masih jualan sayur, semuanya akan dipindahkan ke pasar Rakyat ini.
Sedangkan adanya indikasi terjadinya jual meja batu di pasar Thumburuny, lanjut Bupati ini akan ditertibkan lagi. “Selesai kunjungan di pasar, saya akan rapat dengan OPD terkait guna membahas keluhan – keluhan tersebut,” ujar Bupati. (Enrico Letsoin)













