Papua Barat

Bappeda Litbang : Pemkab Fakfak Fokus Anggaran Untuk Cetak SDM Unggul

201
×

Bappeda Litbang : Pemkab Fakfak Fokus Anggaran Untuk Cetak SDM Unggul

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak
Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak, Abdul Razak I Rengen, S.H., M.Si., Pada Acara Rakerdik 2025. Rabu (17/12/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melakukan terobosan dalam kebijakan anggaran pendidikan. Jika sebelumnya pembangunan fisik menjadi primadona, kini fokus utama dialihkan sepenuhnya untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak, Abdul Razak Ibrahim Rengen, S.H., M.Si., ketika menyampaikan materi pada Rapat Kerja Pendidikan (Rakerdik), menegaskan Fakfai sebagai salah satu kota tertua di Papua, urusan infrastruktur dasar di Fakfak sebenarnya sudah relatif tuntas..

​“Fakfak ini kota tua, infrastruktur pendidikan kita relatif sudah tuntas. Sekarang jangan lagi habiskan anggaran hanya untuk fisik, tapi fokus ke peningkatan kualitas manusia,” tegas Razak Rengen dalam Rakerdik Fakfak 2025, yang berlangsung di Resto Out Door Lantai  , Hotel Grand Papua, Rabu (17/12/2025).

​Dalam forum tersebut, Abdul Razak Rengen, juga melontarkan kritik terhadap pola penganggaran masa lalu yang sering kali memprioritaskan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tanpa mempertimbangkan ketersediaan tenaga pengajar.

Para Peserta Rapat Kerja Pendidikan (Rakerdik) Kabupaten Fakfak Tahun 2025, Yang Dihadiri 200 Peserta Dari Guru dan Panitia. Rabu (7/12/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​Menurutnya, sebuah gedung sekolah hanyalah benda mati jika tidak ada aktivitas belajar -mengajar di dalamnya. Kepala Bappeda dan Litbang Fakfak ini, menggaris bawahi tiga prioritas utama yang harus dikejar, yakni : ​Peningkatan Kualitas Guru dengan Memastikan pengajar kompeten dan hadir di sekolah, ​Literasi Siswa dengan menuntaskan kemampuan baca-tulis anak didik dan ​Angka Partisipasi Sekolah dan memastikan seluruh anak usia sekolah di Fakfak mengenyam pendidikan.

​“Tidak ada guru, tidak ada penyelenggaraan pendidikan, tapi yang dibangun justru RKB. Ini keliru. Yang harus dicari tahu adalah kenapa gurunya tidak ada dan apa solusinya,” tambah dia dihadapan peserta Rakerdik.

Menurut, ​Pemkab Fakfak berkomitmen agar Raker Pendidikan kali ini tidak hanya menjadi ajang seremoni atau diskusi tanpa ujung. Dia mewajibkan setiap masukan dari kelompok kerja (Pokja) masuk dalam dokumen perencanaan anggaran resmi.

​Langkah ini diharapkan menjadi momentum pembenahan tata kelola pendidikan secara total. Tujuannya kata dia, untuk memastikan anggaran besar yang digelontorkan pemerintah daerah benar – benar berdampak nyata bagi masa depan generasi muda di Kota Pala Fakfak. (Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *