Papua Barat

Direktur PT Binar Tri Sakti Pimpin DPD REI Papua Barat

286
×

Direktur PT Binar Tri Sakti Pimpin DPD REI Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Ketua Umum REI Joko Suranto, Ketua DPD REI Papua Barat terpilih Nandika Bramantyo, Ketua DPD REI Papua Barat sebelumnya Julius Louis, Wakil Gubernur Papua Barat, unsur Forkopimda, serta jajaran pengurus DPD REI Papua Barat masa bakti 2026–2029 usai Musyawarah Daerah di Manokwari, Selasa (10/2/2026). FOTO: Rustam Madubun/Papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Direktur PT Binar Tri Sakti, Nandika Bramantyo,  terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Papua Barat masa bakti 2026–2029.

Penetapan dilakukan melalui Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Papua Barat yang digelar di Hotel Aston Manokwari, Selasa (10/2/2026).

Susunan kepengurusan baru DPD REI Papua Barat ditetapkan melalui Lampiran SK DPP REI Nomor: 006/Kpts/DPP-REI/II/2026 tanggal 10 Februari 2026, yang ditandatangani Ketua Umum REI Joko Suranto dan Sekretaris Jenderal Raymond Ardan Arfandy.

Dalam struktur kepengurusan tersebut, posisi Sekretaris dijabat Direktur PT Norin Perkasa Mandiri, Novalia Marin, sementara Bendahara dipercayakan kepada Direktur PT Irman Jaya Martabe, Rheinard A.B. Simanjuntak.

Nandika Bramantyo menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha properti dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri, serta melanjutkan fondasi program yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.

“Kami akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sektor perumahan. Terima kasih kepada Pak Julius yang telah memimpin dua periode dan membawa REI Papua Barat sampai pada posisi saat ini. Kami akan melanjutkan dan memperkuat visi serta program yang sudah berjalan,” ujarnya.

Ketua DPD REI Papua Barat sebelumnya, Julius Louis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada ketua terpilih dan jajaran pengurus baru.

Ia optimistis kepengurusan baru mampu meningkatkan kinerja sektor properti daerah, terutama dalam mendukung program perumahan rakyat.

Menurut Julius, program pembangunan 3.000 rumah yang dicanangkan pemerintah pusat menjadi peluang strategis bagi pertumbuhan sektor properti dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program rumah rakyat menjadi prioritas karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Sektor perumahan memiliki efek berganda yang luas, dengan ratusan turunan usaha ikut bergerak,” katanya.

Ia menjelaskan, selama dua periode kepengurusannya atau sekitar tujuh tahun, REI Papua Barat dan Papua Barat Daya telah merealisasikan sekitar 7.800 unit rumah bersubsidi.

Program rumah subsidi dinilai menjadi instrumen penting dalam memperluas akses hunian layak sekaligus menjaga keberlanjutan industri properti.

Julius juga menyoroti pentingnya dukungan sektor perbankan dalam pembiayaan perumahan, termasuk kemudahan akses kredit dan ketersediaan skema pembiayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Perbankan saat ini sangat mendukung. Tantangannya ada pada kesiapan developer dalam penyediaan lahan, pembangunan, serta pemenuhan standar lingkungan dan kualitas kawasan hunian,” ujarnya.

Rangkaian Musda diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Ketua Umum DPP REI, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penetapan kepengurusan DPD REI Papua Barat masa bakti 2026–2029.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *