Papua Barat

Janji Lulus dengan Uang Itu Penipuan, Kapolda Minta Warga Lapor Propam

472
×

Janji Lulus dengan Uang Itu Penipuan, Kapolda Minta Warga Lapor Propam

Sebarkan artikel ini
Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, SIK yang ditemui wartawan di Manokwari, di Hotel Mansinam Beach Rabu (14/4/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADLAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, SI.IK menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan anggota Polri, dalam seleksi Bintara, yang saat ini tengah berlangsung.

Ia meminta masyarakat, terutama orangtua calon siswa (casis), segera melaporkan apabila menemukan praktik tidak benar, seperti permintaan uang oleh oknum yang menjanjikan kelulusan.

“Kalau ada yang menjanjikan bisa meluluskan dengan iming-iming pembayaran, itu penipuan. Silakan lapor ke Propam. Yang membayar dan yang dibayar akan kami beri sanksi,” ujar Alfred di Manokwari, Rabu (14/4/2026).

Menurut dia, proses seleksi Bintara Polri saat ini dilakukan secara reguler tanpa jalur khusus seperti program afirmasi yang pernah dikenal sebelumnya. Seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing.

“Ini seleksi reguler. Tidak ada kekhususan. Semua harus melalui tahapan sesuai ketentuan,” katanya.

Alfred menegaskan telah mengingatkan seluruh panitia seleksi, khususnya yang terlibat dalam bidang sumber daya manusia (SDM), agar tidak memberikan janji kelulusan atau harapan yang menyesatkan kepada peserta.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menawarkan bantuan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

“Kalau ada yang datang menawarkan bisa membantu lulus, jangan percaya. Itu hanya spekulasi. Istilahnya ‘penembak di atas kuda’, hanya mencari keuntungan tanpa dasar,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan, mekanisme pengaduan telah disiapkan melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), termasuk nomor pengaduan yang dipasang di lokasi pelaksanaan tes.

Ia mendorong masyarakat untuk aktif melapor apabila menemukan indikasi pelanggaran dalam proses seleksi.

“Setiap laporan akan kami tindak lanjuti. Kami ingin proses ini bersih dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas,” katanya.

Selain itu, Alfred juga mengingatkan orangtua casis untuk tidak terlibat dalam praktik suap. Ia menegaskan bahwa pihak yang memberi maupun menerima akan diproses.

Kapolda berharap para peserta seleksi dapat bersaing secara sehat dengan mengandalkan kemampuan masing-masing, baik di bidang akademik, kesamaptaan jasmani, maupun psikologi.

“Setiap tahapan punya bobot nilai. Jadi tingkatkan kemampuan di bidang masing-masing agar bisa meraih hasil terbaik,” katanya.

Terkait kuota penerimaan, Alfred menyebutkan bahwa Papua Barat mendapatkan alokasi sekitar 200 lebih calon Bintara Polri dari total sekitar 2.000 peserta yang mengikuti seleksi.

“Persaingan cukup ketat, untuk kuota Polwan dan Polki akan ditentukan di tahap akhir,” ujarnya.

Kapolda menegaskan, transparansi dan integritas menjadi kunci utama dalam proses rekrutmen guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *