Papua Barat

Sekda Papua Barat ABT: Arsip Bukan Sekadar Dokumen Lama     

282
×

Sekda Papua Barat ABT: Arsip Bukan Sekadar Dokumen Lama     

Sebarkan artikel ini
Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere membacakan sambutan Kepala ANRI Mego Pinandito pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

Pejabat Pemprov Papua Barat pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito menegaskan pentingnya peran kearsipan sebagai fondasi pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan dalam sambutan peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 yang dibacakan Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs H Ali Baham Temongmere, M.TP  atau yang disapa (ABT) di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutannya, Mego mengatakan tema Hari Kearsipan tahun ini, “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”, menegaskan bahwa arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan aset strategis bangsa.

Pejabat Pemprov Papua Barat pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

“Arsip berperan sebagai penjaga memori kolektif yang menjamin validitas data dan informasi, keberlanjutan nilai, serta akuntabilitas penyelenggaraan negara,” ujar Mego dalam sambutan tertulisnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan arsip yang autentik, terpercaya, dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan, pencerdasan bangsa, hingga pengembangan inovasi layanan publik.

Menurut dia, kearsipan kini tidak lagi dipandang hanya sebagai aktivitas administratif, tetapi telah menjadi instrumen strategis untuk memperkuat akuntabilitas publik dan menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

Mego juga menyinggung arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai pijakan menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menilai transformasi tata kelola pemerintahan dan layanan publik harus didukung sistem kearsipan yang kuat.

“Tidak akan terwujud tata kelola pemerintahan yang akuntabel tanpa tata kelola kearsipan yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ANRI mencatat capaian Indeks Transformasi Kearsipan tahun 2025 mencapai 73,64 atau melampaui target nasional sebesar 72,03.

Sementara itu, Indeks Memori Kolektif Bangsa juga melampaui target dengan capaian 75,33 dari target 71,65.

ASN pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (18/5/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

Namun demikian, Mego mengakui sektor kearsipan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, meningkatnya beban kerja transformasi digital, serta belum meratanya tingkat kematangan pengelolaan arsip di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Untuk mendukung prioritas nasional tahun 2026, ANRI akan mendorong sejumlah program strategis, antara lain pengembangan budaya tertib arsip, perluasan layanan kearsipan publik, dan pengembangan pusat khazanah kearsipan Nusantara.

Mego mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BUMN, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat untuk membangun budaya sadar arsip.

“Negara yang mampu mengelola arsipnya akan mampu mengendalikan masa depannya,” ujar Mego.

Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi, inovasi, dan transformasi kearsipan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *