PAPUADALAMBERITA.COM. JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menandatangani tiga Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (17/6), untuk memperkuat kolaborasi serta keberlanjutan pembangunan kesejahteraan masyarakat Mimika melalui pengembangan ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pemanfaatan tailing.
“Hubungan kerja antara Pemkab Mimika, PTFI, dan YPMAK sudah sangat baik dan perlu dilanjutkan. MoU ini untuk meningkatkan sinergi yang lebih kuat antara tiga pihak ini demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika, khususnya Amungme, Kamoro, dan suku kerabat lainnya, serta masyarakat non-OAP yang ada di Mimika,” kata Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, dalam pidatonya.

PT FREEPORT INDONESIA
Tony mengatakan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, tugas negara adalah melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. PTFI sebagai perusahaan berperan mendukung tugas negara tersebut melalui berbagai kontribusi yang diberikan.
Ia menjelaskan bahwa kontribusi ekonomi PTFI kepada Kabupaten Mimika selama periode 2019–2024 mencapai Rp22 triliun. Sebagai bagian dari total Rp75 triliun yang disetorkan PTFI kepada negara pada tahun 2025, kontribusi kepada Pemkab Mimika mencapai sekitar Rp4,8 triliun yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan pajak.
Selain itu, pada tahun 2026 PTFI telah menyetor sekitar Rp1,2 triliun dari pembagian keuntungan bersih perusahaan. Dengan demikian, total kontribusi PTFI kepada Kabupaten Mimika mencapai sekitar Rp6 triliun.

PT FREEPORT INDONESIA
Selain kontribusi langsung kepada daerah, PTFI terus memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial dengan nilai sekitar 100 juta dolar AS per tahun. Dengan kolaborasi yang semakin erat, program-program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Keberadaan Freeport Indonesia harus memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat. Semoga manfaat yang kami berikan kepada Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan bangsa Indonesia dapat terus berlanjut, tidak hanya sampai 2041, tetapi hingga usia tambang berakhir,” kata Tony.
Penandatanganan kesepakatan meliputi:
- Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur.
- Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pemanfaatan Tailing yang Dihasilkan PTFI.
- Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan YPMAK tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur.
Kesepakatan ini menjadi payung kolaborasi strategis bagi ketiga pihak dalam menyusun berbagai Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis bersama organisasi perangkat daerah dan para pemangku kepentingan terkait.

PT FREEPORT INDONESIA
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengapresiasi penguatan kerja sama tiga pihak tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus memastikan berbagai program sosial dapat dilaksanakan secara lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
“Selama ini banyak program berjalan sendiri-sendiri. Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun satu konsep bersama agar pembangunan di Mimika semakin terintegrasi dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Johannes.
Ia menambahkan bahwa PTFI selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, maupun kabupaten lainnya di wilayah Papua.
“Program sudah banyak berjalan. PTFI telah membantu di bidang kesehatan, pembangunan rumah sakit, penyediaan fasilitas air bersih, termasuk pembangunan WTP (water treatment plant). Selanjutnya, kami mendapat tugas untuk menyalurkan manfaatnya kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, mengatakan bahwa Nota Kesepahaman tersebut akan memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan bersama para pemangku kepentingan.
“YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PTFI telah menjalankan berbagai program. Ini merupakan langkah yang sangat penting. Program-program yang selama ini dijalankan YPMAK memerlukan kolaborasi yang lebih intensif sehingga pelaksanaannya dapat bergerak lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Leonardus.
Selain pengembangan masyarakat, Pemkab Mimika dan PTFI juga memperpanjang kerja sama pemanfaatan tailing yang telah berlangsung sejak tahun 2006. Material tailing tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, jembatan, perkantoran, rumah ibadah, sekolah, fasilitas olahraga, bandara, dan berbagai infrastruktur publik lainnya.
Perpanjangan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat semakin mengoptimalkan pemanfaatan tailing guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.(rustam madubun/rls)

PT FREEPORT INDONESIA
Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)
PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka yang berafiliasi dengan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan.
Melalui operasi hulu hingga hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia. Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki deposit tembaga dan emas terbesar.
Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.
Saat ini, PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, serta standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.(*)













