Papua

Gandeng Kementrans, TEP UGM Dorong UMKM Distrik Ulilin Merauke Naik Kelas

29
×

Gandeng Kementrans, TEP UGM Dorong UMKM Distrik Ulilin Merauke Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Merauke Papua Selatan
TEP Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim PS003 DigiPangan Menggelar Workshop dan Pendampingan bagi Pelaku UMKM. Rabu (21/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. MERAUKE – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim PS003 DigiPangan menggelar workshop dan pendampingan bagi pelaku UMKM serta penggerak ekonomi masyarakat di kawasan Muting, khususnya Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan berkat kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi ini berfokus pada pembuatan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), strategi pemasaran digital (digital marketing), serta pemanfaatan pembayaran digital. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan legalitas, kualitas produk, dan efisiensi transaksi usaha lokal.

Ketua Tim DigiPangan TEP UGM, Dr. Faiz Zamzami, menyampaikan bahwa penguatan UMKM di kawasan transmigrasi membutuhkan dukungan terintegrasi—mulai dari legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, hingga pemanfaatan teknologi.

“Bagi pelaku UMKM yang memproduksi pangan olahan, pemahaman mengenai legalitas usaha dan keamanan pangan merupakan langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pemasaran, dan membuka peluang masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Faiz.

TEP Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim PS003 DigiPangan Menggelar Workshop dan Pendampingan bagi Pelaku UMKM. Rabu (21/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Faiz menambahkan, pemanfaatan sistem pembayaran digital dan platform marketplace DigiPangan.id yang dikembangkan timnya juga menjadi sarana penting untuk mempermudah transaksi, meningkatkan keamanan pembayaran, dan menertibkan pencatatan keuangan usaha.

Pentingnya Legalitas dan Keamanan Produk Pangan

Pada sesi pelatihan perizinan, Madea Sampepadang, S.H., dari Rumah BUMN Telkom Merauke, memaparkan persyaratan pengajuan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang memiliki masa berlaku selama lima tahun.

Dia menekankan sejumlah aspek vital yang harus dipenuhi pelaku usaha, di antaranya: Kebersihan tempat produksi, Penggunaan bahan baku yang aman, bermutu, dan layak konsumsi, Penerapan standar proses produksi yang baik, Kualitas kemasan, kelengkapan label, serta pencantuman informasi masa kedaluwarsa.

“Legalitas dan keamanan pangan bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan upaya menjaga kualitas produk, melindungi konsumen, serta membangun daya saing usaha,” jelas Madea.

Strategi Pemasaran Digital dan DigiPangan.id

Sementara itu, anggota Tim DigiPangan TEP UGM, Ahmad Ri’am, S.M., membagikan langkah praktis pemasaran digital dengan memanfaatkan smartphone dan media sosial.

Beberapa poin penting yang disarankan kepada peserta antara lain:

  • Foto & Deskripsi Produk: Menggunakan foto produk yang jelas dan menuliskan deskripsi informatif.
  • Konsistensi Unggahan: Mengunggah konten secara rutin minimal 2–3 kali seminggu.
  • Pelayanan Responsif: Membalas pesan pelanggan di WhatsApp secara cepat dan ramah, serta mencatat pesanan secara rapi.
  • Promosi Menarik: Memberikan potongan harga berkala atau paket penawaran khusus.

Selain itu, Ri’am turut memperkenalkan marketplace DigiPangan.id sebagai wadah pemasaran daring khusus bagi produk-produk lokal kawasan Muting agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Transaksi Nontunai Melalui QRIS

Pada sesi transaksi digital, Sandi, S.Sos., dari BRI Unit Merauke, mengenalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) baik tipe statis maupun dinamis bagi UMKM.

Sandi menjelaskan bahwa metode QRIS memberikan kemudahan transaksi nontunai yang cepat, praktis, dan higienis, sekaligus mengurangi ketergantungan pada uang tunai dan kebutuhan uang kembalian.

“QRIS membantu transaksi tercatat secara elektronik dan masuk langsung ke rekening terhubung. Ini tidak hanya menjadi alternatif pembayaran, tetapi juga mendukung proses digitalisasi dan efisiensi pengelolaan keuangan usaha,” terangnya.

Melalui sinergi antara TEP UGM, Kementerian Transmigrasi, Rumah BUMN Telkom, BRI, dan para pelaku usaha, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong potensi ekonomi lokal di Distrik Ulilin agar tumbuh lebih produktif, adaptif terhadap teknologi, serta berkelanjutan.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *