Papua Barat

Keripik Pisang Berselimut Cokelat, Inovasi UMKM Udapi Hilir Menuju Desa Wisata

189
×

Keripik Pisang Berselimut Cokelat, Inovasi UMKM Udapi Hilir Menuju Desa Wisata

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, didorong untuk mengembangkan produk lokal bernilai tambah guna memperluas pasar sekaligus mendukung pengembangan desa wisata.

Upaya tersebut dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kelompok 6 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur melalui pelatihan pembuatan keripik pisang berselimut cokelat dengan aneka rasa. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) itu dipusatkan di rumah Winarsih, salah satu pelaku UMKM di SP 4, Jalur 7, Kampung Udapi Hilir.

Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM, anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kelompok Dasawisma, serta perwakilan Puskesmas Prafi. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk mengembangkan variasi produk sekaligus meningkatkan daya saing usaha rumahan.

Ketua TEP Kelompok 6 UNAIR, Dr. Neffrety Nilamsari, S.Sos., M.Kes., memimpin praktik pembuatan produk bersama para peserta. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, teknik melelehkan cokelat, proses pelapisan cokelat (chocolate coating), hingga pengemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya inovasi produk, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses produksi.
Winarsih, yang menjadi tuan rumah kegiatan sekaligus pelaku UMKM, mengapresiasi pelatihan yang digelar Tim Ekspedisi Patriot UNAIR. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha rumahan untuk mengembangkan variasi produk dan memperbaiki tampilan kemasan.

Inovasi keripik pisang berselimut cokelat diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan Kampung Udapi Hilir. Produk ini juga berpotensi memperkaya pilihan oleh-oleh lokal seiring dengan upaya masyarakat mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata.

Neffrety berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha masing-masing. Pengembangan produk yang inovatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.

Menurut dia, penguatan UMKM merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, terutama di kawasan transmigrasi yang memiliki potensi sumber daya lokal untuk dikembangkan.

Pelatihan inovasi produk tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui pengembangan produk bernilai tambah, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas peluang ekonomi, dan berkontribusi terhadap pengembangan potensi lokal Kampung Udapi Hilir.

Ke depan, Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 6 UNAIR merencanakan sejumlah pelatihan lanjutan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di kampung tersebut. Program berikutnya akan diarahkan, antara lain, kepada kader yang tergabung dalam kelompok sadar wisata dan kelompok tangguh bencana.
Rangkaian kegiatan itu diharapkan tidak berhenti pada pengenalan keterampilan baru, tetapi berlanjut menjadi upaya penguatan kapasitas masyarakat. Dengan demikian, inovasi produk lokal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan warga di kawasan transmigrasi.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *