FeaturePapua Barat

Andaikan Saya Bintara di Ulang Tahun Tentara: Mah, Pah Maafkan Saya

351
×

Andaikan Saya Bintara di Ulang Tahun Tentara: Mah, Pah Maafkan Saya

Sebarkan artikel ini

Ilsutrasi gambar ibu dan ayah maafkan saya. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Jika Tuhan berkehendak tidak sulit bagiNya memberikan musiba untuk kita. Terlalu mudah bagi Tuhan membalikkan satu pujian menjadi beribu hinaan, karena musiba saya menjadi orang yang direndahkan.

Ketika itu, saya, orang tua, keluarga merasakan seakan kehilangan segalanya. Andaikan saya bintara di ulang tahun tentara.

 Mah, Pah Maafkan Saya; saya ingin kembali seperti kemarin, tapi tak ada lagi yang bisa saya berikan

Mah, Pah Maafkan Saya; saya harus pergi, karena tidak bisa melawan waktu

Mah, Pah Maafkan Saya; saya tak bersama semua, karena Saya lagi terkurung

Mah, Pah Maafkan Saya; saya menyerah di profesi itu, karena saya tidak profesional

Mah, Pah Maafkan Saya; saya ingin berjuang, karena masih ada harapan

Mah, Pah Maafkan Saya; cercaan itu terus datang, tetapi saya mau lebih baik

Mah, Pah Maafkan Saya; saya tak mau menyerah

Mah, Pah Maafkan Saya; saya baru sadar hidupku jadi sulit, krena sayalah yang menyulitkan

Mah, Pah Maafkan Saya; saya lemah, tapi saya tak putus asah

Mah, Pah Maafkan Saya; saya tau badai itu datang, tapi saya harus terus berjalan

Mah, Pah Maafkan Saya; saya tidak mau jatuh lagi, karena saya mau bangkit

Mah, Pah Maafkan Saya; saya ingin menghapus air matamu

Mah, Pah Maafkan Saya; Kebangganmu pergi, karena kelalainku

Mah, Pah Maafkan Saya: salam untuk semua, janji, kita bersama lagi.

Makna diatas: Ingin ku katakan, mungkin saya hari ini terlihat baik dimata siapa saja bukan karena saya yang hebat, tetapi itu karena Allah masih sayang padaku dan menutupi aibku. Ketika syukur itu saya lupa, ketika ikhtiar itu lalai, baru ku sadari bahwa begitu mudah Allah mengambil apa saja yang kita cintai, dan ingin kusampaikan bahwa begitu cinta kita kepada apa saja, cinta kepada siapa saja, tetapi ada cara Allah mengambil cinta itu kembali.

Manokwari, Sabtu 8 Oktober 2022. (Rustam Madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *