Polres Fakfak Sebar 12 Nama DPO Pelaku Penyerangan Pekerja Jalan Trans Papua, Moskona Barat – Maybrat. Senin 10 Oktober 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : Humas Polres Fakfak.
PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kepolisian Resor Fakfak menyebarkan 12 nama pelaku penyerangan dan pembunuhan pekerja jalan trans Papua, Moskona Utara – Maybrat yang menyebabkan 4 pekerja jalan tersebut meninggal dunia.
Penyebaran 12 nama DPO kasus penyerangan pekerja jalan trans Papua tersebut dilakukan Polres Fakfak dengan memasang Baliho dan sticker DPO di beberapa tempat keramaian diantaranya; Pasar Darurat Kelapa Dua dan Pasar Ikan Tanjung Wagom.
Selain itu, dilakukan juga pemasangan sticker DPO di beberapa tempat di Distrik Kokas, yakni : Pasar Sosar, Toko Jaya Kampung Sekar, Toko Remaja Kampung Sisir, Kios H. Umar, dan Ruang Tunggu Terminal Pelabuhan Kokas.
Kapolres Fakfak AKBP. Hendriyana, SE.,MH., melalui Kasi Humas IPDA. Arantaun, SH., mengatakan, penyebaran 12 nama DPO kasus penyerangan dan pembunuhan pekerja jalan trans Papua, Moskona Utara – Maybrat, dilakukan Polres Fakfak setelah Polres Bintuni menetapkan 12 orang tersebut sebagai DPO
Menurutnya, pada saat pemasangan baliho, Polres Fakfak juga melakukan sosialisasi kepada Masyarakat, apabila ada yang melihat atau mengetahui keberadaan Para DPO dapat menghubungi Polres atau Polsek terdekat.
“Dalam penyebaran 12 nama DPO yang berlangsung sejak jam 12.00 WIT hingga selesai kami (Polres Fakfak) juga menghimbau kepada Warga Masyarakat Fakfak, apabila melihat atau mengetahui keberadaan Para DPO tersebut dapat menghubungi Kantor Kepolisian terdekat,” ucapnya.
Di dalam DPO tersebut, ada 12 Tersangka, dengan identitas sebagai berikut :
- Martinus Aisnak.
- Frengky Muuk/Orocomna.
- Tom Aimau.
- Manfret Fatem.
- .Manuel Aimau.
- Habel Aisnak.
- Willy Sakit.
- Thomas Muuk.
- Marthen Aikingging.
- Matias Aisasior.
- Barnabas Muuk.
- Sutiawan Orocomna.
Dengan penyebaran 12 nama DPO kasus penyeranagan pekerja jalan trans Papua, Moskona Utara – Maybrat yang menyebabkan 4 pekerja jalan tersebut meninggal dunia, diharapkan para peluku ini dapat segera tertangkap dan memperkecil pergerakan mereka.(rls/pbd)













