Papua Barat

Keseriusan Jadi Prioritas Gubernur Waterpauw Atasi Stunting dan Kemiskinan

384
×

Keseriusan Jadi Prioritas Gubernur Waterpauw Atasi Stunting dan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

 Dari Kanan Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, Penjabat Gubernur Papua Tengah Apolo Sfanpo dan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Musaad saat rapat koordinasi bersama Mendagri di Depdagri Jumat (9/6/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI –  Keseriusan menjadi prioritas Penjabat Gubernur Papyua Barat, Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw, MSI menyiapkan dan mengatasi strategi penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Keseriusan pertama gubernur adalah bersama Ketua Tim Pengerak PKK Papua Barat Roma Megwanti Pasaribu Waterpauw mengunjungi setiap kabupaten di Papua Barat dengan mendorong para bupati, OPD terkait, swasta, hingga tingkat distrik dan desa.

‘’Saya sudah memulai, saya pimpin langsung ke Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Pegunungan Rfak untuk serius, berkesinambungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten melaksanakan upaya penganan stunting dan kemiskinan ekstrem,’’ ujar gubernur yang kepada wartawan melalui sambungan whatsappnya Jumat (9/6/2023).

Tidak hanya itu, gubernur juga mengkoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala daerah lembaga pemerintahan, organisasi swasta, dan masyarakat  setempat untuk memaksimalkan penanganan, di tingkat provinsi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas).

‘’Upaya membentuk satuan tugas, menjadi bapak angkat, mama angkat, itu menjadi pendorong dengan harapan mengangkat hal-hal penanganan stunting. Saya berharap dalam waktu tiga bulan Papua Barat bisa mencapai 35% penurunan, enam bulan kita bisa dapat penurunan 70% itu yang sudah hitung,’’ jelas Paulus Waterpauw.

Menurut gubernur, bagaimana penanganan kemiskinan dan stunting dengan keterlibatan setiap OPD dan swasta di Papua Barat menjadi bapak angkat, program penanganan kemiskinan dan stunting tercapai.

‘’Kalau OPD, pihak swasta, instansi menjadi bapak angkat, mama angkat dari anak-anak yang stunting murni yaitu kurang tinggi badan, berat badan, besar lingkaran kepala itu kita upayakan dalam waktu cepat,’’ keta gubernur Waterpauw.

‘’Terbukti waktu saya ke Kabupatgen Teluk Bintuni saya mengangkat lima (5) anak dalam waktu satu bulan empat  anak sudah dinyatakan positiv, artinya aman stunting, sudah baik, itu karena kita intervensi,’’ sambung gubernur.

Kata Waterpauw itu karena diberikan Rp100.000 per anak selama satu bulan, oleh pendampingnya membeli bahan pangan sebagai tambahan makanan bergizi bagi anak-anak itu,dari lima anak menjadi contoh.

‘’Artinya optimis saya untuk seluruh anak-anak ada 2.563 orang di Papua Barat dengan kita membagai habis pimpinan OPD menjadi bapak angkat mama angkat, baik di provinsi maupun di kabupaten, ini tidak dalam sebuah angan-angan, tetapi ntanya akan segera mendapatkan hasil maksimal,’’ tegasnya.

Menurut penjabat gubernur kecuali di Kabupaten Manokwari Selatan yang parah, anak umur empat setengah tahun tidak bisa apa-apa, ada anak umur satu setengah tahun tidak bisa berdiri.

Untuk itu Waterpauw meminta kepada seluruh kepala daerah di Papua Barat untuk serius menagani dua prsoalan ini, kemiskinan dan stunting.

Gubernpun mencontohkan ketika berkujung ke Kabupaten Pegunungan Arfak itu bupatinya, wakil bupati sekda, Ketua TP PKK, sampai Forkopimda hadir, dapat memahami apa yang dimau sampaikan untuk mengatasi bersama-sama.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *