PAPUADALAMBERITA.COM. KOTA SORONG – Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menegaskan pentingnya percepatan realisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar tidak terjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) di akhir tahun anggaran.
Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke sejumlah OPD pengelola Dana Otsus di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (24/4).
Menurut Wakil Gubernur, SILPA merupakan indikator bahwa pelaksanaan program dan serapan anggaran belum berjalan maksimal, sehingga harus menjadi perhatian serius seluruh pimpinan perangkat daerah.
“Kita minta para pimpinan OPD dan seluruh staf untuk mempercepat realisasi dana Otsus, sehingga di akhir tahun tidak boleh lagi ada SILPA. Kalau ada SILPA, berarti kerja kita tidak maksimal,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa Dana Otsus bukan sekadar angka dalam dokumen APBD, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya.
Karena itu, setiap OPD harus memiliki keseriusan dalam menyusun program yang tepat sasaran, cepat dieksekusi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.
Kunjungan lapangan ini juga menjadi bentuk pengawasan langsung dari pimpinan daerah terhadap efektivitas pelaksanaan anggaran, agar seluruh proses berjalan sesuai jalur dan tidak mengalami keterlambatan.
Wakil Gubernur menilai bahwa percepatan realisasi Dana Otsus merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pemerintahan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain memastikan percepatan, pengawasan terhadap penggunaan anggaran juga harus diperkuat agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar menghasilkan manfaat nyata.(rustam madubun)














