FEATURE:
Menjaga Mata Air, Menjauhkan Air Mata. Kita jaga alam, alam jaga kita: Kalimat itu selalu terdengar lebih dulu dan sesudah dalam sambutan apa pun. Ia bukan sekadar pembuka pidato, melainkan doa yang lirih namun teguh, tentang hutan yang mesti dijaga, laut yang harus dilindungi, dan mata air yang wajib diwariskan kepada anak cucu, agar kelak yang tersisa bukan air mata.
PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Dari Tanah Arfak, Papua Barat doa itu terus dilantunkan Drs Dominggus Mandacan, M.Si.
Ia menjelma pengingat sunyi bahwa ketika manusia lalai menjaga alam, bencana tak pernah datang sendiri. Ia selalu membawa penyesalan.
Pesan moral ini bukan hiasan kata.
Ketika manusia abai, alam menjawab dengan caranya sendiri. Hari-hari ini, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh merasakannya. Mata air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, berubah menjadi air mata bagi bangsa Indonesia.
Hari ini, Selasa, 16 Desember 2025, pencetus semboyan beraroma konservasi ekologis itu genap berusia 66 tahun.
Di usia ini, Dominggus Mandacan kembali mengemban amanah sebagai Gubernur Papua Barat untuk kedua kalinya, berpasangan dengan Mohamad Lakotani, SH., M.Si., sebagai Wakil Gubernur dua periode.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik pasangan Dominggus Mandacan–Mohamad Lakotani sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat periode 2025–2030.
Pasangan pemenang Pilgub Papua Barat 2024 dengan jargon DOAMU itu dilantik dalam prosesi pelantikan serentak kepala daerah, gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Sepuluh bulan memimpin Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani mengayomi tujuh kabupaten: Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
Tantangan datang tak ringan.
Pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran belanja negara dan daerah, menuntut daerah memperketat fiskal demi kesinambungan keuangan.
Namun semangat membangun tak ikut menyusut.
Di tengah efisiensi, Dominggus Mandacan tetap menggerakkan tiga pilar Program Strategis Papua Barat: Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif.
Papua Barat Cerdas diarahkan pada pendidikan formal dan nonformal, akses teknologi, serta literasi digital untuk meningkatkan kualitas SDM Orang Asli Papua.
Papua Barat Sehat menitikberatkan pada peningkatan pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat.
Sementara Papua Barat Produktif digerakkan melalui pelatihan kerja, stimulus usaha UMKM, pertanian, perikanan, peternakan, serta pengembangan koperasi.
Dalam setiap apel pagi, peresmian program, dan pertemuan dengan masyarakat, ajakan itu terus dikumandangkan. Salah satunya tentang kesadaran menunaikan pajak.
“Mari saya ajak masyarakat Papua Barat membayar pajak kendaraannya, baik kendaraan dinas maupun pribadi, mulai dari roda dua, roda empat, hingga roda enam, termasuk pajak alat berat. Pajak harus kita tunaikan secara rutin setiap akhir tahun,” ujar Kepala Suku Besar Arfak itu.
Ia menegaskan, pajak daerah merupakan sumber penting pendapatan Papua Barat. Dana yang masuk ke kas daerah digunakan untuk pelayanan publik dan pembangunan.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar program pemutihan pajak kendaraan bermotor dalam rangka HUT Papua Barat pada 12 Oktober, mencakup penghapusan denda, pengurangan pokok pajak, dan bea balik nama.
“Manfaatkan program pemutihan kendaraan bermotor, baik kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi,” ajaknya.
Dominggus Mandacan, politikus asal Pegunungan Arfak yang dikenal mencintai NKRI, bukan nama baru dalam pemerintahan.
suami dari Ny Juliana A Mandacan Kiriweno, M.Si pernah menjabat Bupati Manokwari dua periode (2000–2005 dan 2005–2010), Penjabat Bupati Pegunungan Arfak (2013–2015), serta Gubernur Papua Barat periode 2017–2022 sebelum kembali memimpin pada periode 2025–2030.
Sapaan akrab DM melekat di masyarakat. Jabatan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua Barat pun baru saja ia serahkan kepada Yosias Saroy dalam perayaan HUT ke-14 Partai NasDem di Hotel Aston Niu, Manokwari, Selasa, 11 November 2025.
Di usia yang kian matang, Dominggus Mandacan menanam pesan yang sederhana namun mendalam: menjaga alam bukan pilihan, melainkan keharusan. Sebab dari alam yang terjaga, kehidupan akan terus bersemi, bukan air mata, melainkan mata air bagi generasi yang akan datang.(rustam madubun)














