Post Views: 79 Konvoi Fans Argentina di Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN. PAPUADALAMBERITA.COM. Pada diagram yang sama tim Belanda harus bertemu Argentina di perempat... Antisipasi Bentrok Antar Fans Usai Belanda Vs Argentina, Polisi di Papua, Maluku Perlu Cari Formula

Konvoi Fans Argentina di Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. Pada diagram yang sama tim Belanda harus bertemu Argentina di perempat final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail Qatar Sabtu (10/12/2022) pukul 24.00 WIT.

Tim Belanda dan Argentina pernah bertemu di perempatfinal Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu Belanda menang 2-1.

Pada tahun 2006 Belanda dan Argentina bertemu di penyisihan Grup C Piala Dunia 2006 dengan hasil 0-0.

Pada tahun 1974 putaran kedua Piala Dunia 1974 di Jerman Belanda bertemu Argentina, Belanda menang 4-0. Kemudian di tahun 1978 Belanda kalah dari Argentina, 1-3.

Di tahun 2022, hari Sabtu 10 Desember Belanda kembali bertemu Argentina di Qatar. Dari hasil itu nanti satu tim harus kandas dan pulang kampung, Belanda atau Argentina.

Walau mainnya di Qatar, tim orangge dan tim tenggo memiliki fans berat yang jumlahnya ribuaan di Maluku dan Papua. Gawatnya setiap selesai pertandingan fans kedua tim konvoi dengan kendaraan dalam kota.

Kini, keduanya bertemu, main di tenga malam, selesai di Qatar boleh aman, tapi menjadi riskan di Papua dan Maluku karena fans vanatiknya.

Hati-hati kedua fans saat menggunakan jalan yang melintas sepanjang jalan dan saling bertemu, kalau saling sprotif dan konvoi bersama akan damai, tapi jika saling gesek, saling olok dan tidak salin pengertian, ini bisa membawa malapetak di malam hari. Karena fans kedua tim sangat banyak.

Syukur-syukur yang kalah menerima kekalahan dan konvoi dengan tertib, kalau saling olok, saling umpat ini fatal.

Aparat keamanan dan koordinator fans masing-masing tim mulai sekarang putar otak untuk menyatukan satu pandangan dan mencari formula, kalah menang harus terima. Jika mau konvoi sebaiknya sama-sama atau bagaimana?

Dari pengamatan papuadalamberita.com, selama piala dunia 2022 dihelat, kedua fans tim ini selalu konvoi seusai timnya bertandingan.

Pepatah kuno ini mengatakan; Sediakan payung sebelum hujan, mulai berpikir positif sebelum terjadi masalah. Jangan sampai yang main negara orang, mainnya juga di negara luar, tapi yang korban anak-anak bangsa kita sendiri hanya karena cinta kepada tim favoritnya.

Ini jangan dianggap sepele, bukan bermaksud menakut-nakuti, tetapi sebaiknya berdamai sebelum damai itu menjadi amarah dan darah.

Potensi rusuh ini sudah seharus dibaca aparat kepolisian khusus di pertandingan antara Belanda dan Argentina ketika fans membela timnya di media sosial sudah ‘’panas” saling buli antar fans, ini sudah menjadi sinyal, bahwa sudah ada bibit-bibit potensi konflik di dunia maya yang bisa berimplikasi ke dunia nyata ketika kedua tim saling bertemu dan satu menelan pil pahit, kekalahan.

Waktu pertandingan sebelum penyisihan sampai 16 besar kedua tim bertemu lawan yang memang fans timnya tidak banyak, seperti fans tim Belanda dan Argentina berjumlah ribuan di Papua, Papua Barat, Maluku dan Mluku Utara.

Melihat potensi kerawanan itu, polisi jangan sampai kecolongan jika pecah bentrok keduanya apalagi itu di malam hari.

Semua warga, di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara tentu mendambakan kedamaiaan, tidak ada yang mau konflik.

Warga berharap terhibur jika setelah kedua tim usai bermain, para fans jangan melihat hasilnya, tetapi bersamalah, karena hampir saya pastikan konvoi tidak bisa dihindari.

Mari kita semua bersama-sama menjaga keamanan Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara. Fans masing-masing tim adalah saudara, kalau semua menjaga sportifitas, menjaga keamanan, semuanya akan berakhir baik. Toh yang main juga negara lain di negara luar, bukan negara kita Indonesia.

Kita hanya pengangum, pecinta, fans berat masing-masing tim. Jangan bawa duka untuk sesama anak bangsa. Mari saling memberi damai kesejukan sesama suadara. SEMOGA AMIN.(rustam madubun)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!