PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua Barat, Dr. Bachri M. Yasin, SE., MM, menegaskan bahwa penjualan gas bumi bagian Provinsi Papua Barat pada tahun 2025 akan menjadi sumber baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bachri Yasin didampinggi Kepala Bidang Pendapatan Daerah 1 Bapenda Papua Barat Supraningsih.
Pernyataan itu disampaikan Bachri usai menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama PT Padoma Ubadari Energi di Kantor Bapenda Papua Barat, Selasa (23/9/2025).
“Komitmen kami, apa yang direncanakan dan diperkirakan pada kesempatan pertama dilakukan penjualan atau loading bisa terlaksana. Hasilnya nanti akan masuk ke kas daerah sebagai dividen,” kata Bachri.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi menaruh harapan besar agar penjualan gas bumi yang selama ini tertunda dapat menjadi tonggak awal peningkatan PAD dari sektor migas.
“Ada birokrasi yang harus dilalui sehingga hak daerah sejak 2014 belum bisa diambil. Kini, tahun 2025 harus menjadi awal perubahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bachri menjelaskan bahwa hasil dari penjualan gas akan disetorkan ke kas daerah melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Padoma Ubadari Energi.

“Kami sudah sepakat, pada loading pertama nanti akan dilakukan RUPS. Di situ akan diputuskan berapa persen dividen yang masuk ke kas daerah,” jelasnya.
Saat ini, komposisi kepemilikan modal tercatat sebesar 52 persen di PT Padoma, sementara pembagian dividen masih menunggu keputusan resmi pemegang saham.
Penjualan gas bumi Papua Barat diyakini akan menjadi salah satu kontribusi besar bagi pendapatan daerah sekaligus menguatkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan sumber daya energi.(rustam madubun)













