Papua Barat

Baru 14 Paket yang Terkumpul, 55 Persen OPD Sudah Input Data di SIRUP

515
×

Baru 14 Paket yang Terkumpul, 55 Persen OPD Sudah Input Data di SIRUP

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua Barat, Jemy Pigome ST yang ditemui wartawan di ruang kerjanya Selasa (21/5/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADLAAMBERITA.COM.MANOKWARI – Hingga pertengahan Mei 2024 baru 14 Organisasi Perangkan Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat telah mengumpulkan paket untuk penyedia Orang Asli Papua (OAP).

Sedangkan, dari seluruh OPD sudah 55 persen yang menginput data ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua Barat, Jemy Pigome ST, menyampaikan sejauh ini ada 14 OPD yang telah mengumpulkan paket, dinilai oleh Biro Barang Dandan Jasa ini masih terlalu sedikit..

‘’Ada arahan Pak Sekda setiap OPD kumpulkan berapa paket untuk penyedia pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dalam rangka pemberdayaan, sudah kita undang, kita minta datanya tetapi partisipasinya masih rendah, baru 14 OPD,’’ jelas Jemy Pigome yang ditemui wartawan di ruang kerjanya Selasa (21/5/2024).

Sebelumnya Plt Kepala Biro Barang dan Jasa Setda Papua Barat menerima pengusaha OAP di Pendopo Kantor Gubernur Papua Barat mempertanyakan paket pekerjaan terhadap barang dan jasa Selasa (21/5/2024).

‘’Dalam beberapa kali kita telah melakukan pertemuan dengan mereka pengusaha OAP kita kasih waktu hingga Mei sudah tuntas, cumanbaru 14 OPD menyediakan paket, mereka ingin melihat yang 14 paket itu OPD mana saja dan rincian kegiatannya, pagunya,’’ sebut Jemy Pigome.

‘’Cuma kita di biro merasa belum maksimal, masih sedikit, dan saya dikasih surat tugas oleh Bapak Sekda untuk pendataan lagi OPD , supaya paketnya banyak, angkanya juga naik, jika OPD cepat masukan paketnya, sudah jalan,’’ ujar Pigome.

Menurut Jemy Pigome yang PLlt Kepala Biro, bahwa ada beberapa penyebab lambatnya pengadaan paket, yakni ada OPD yang memang tupoksinya hanya urusan pemerintahan, misalnya di biro-biro.

‘’Ada dinas teknis di lapangan yang punya kegiatan-kegiatan lebih banyak ke pengadaan barang dan jasa yang bisa direkrut penyedia OAP, tetapi sekarang ini Pagu Papua Barat menurun, turunya hampir separuh dari tahun sebelumnya,’’ jelas Pigome.

‘’Makanya mereka melakukan perencanaan, tidak banyak dari tahun kemarin,’’ ujar Pigome menurut analisanya saya secara teknis,’’ sambung Dia.

Kemudian ada peralihan SIPD RI yang tahun ini sudah terintegrasi dengan SIRUP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)  sehingga pada Januari – Februari itu penyesuaian.

‘’Yang menjadi kendala juga waktu penginputan SIRUP lambat, atau partisipasinya rendah, harusnya per 31 Maret itu sudah 100% menginput SIRUP, tapi ada yang terlambat,’’ tuturnya.

Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua Barat, Jemy Pigome ST menerima pengusaha OAP di Pendopo kantor Gubernur Papua Barat Arfai Manokwari, Selasa (21/5/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

Kata Dia, alau data sudah terinput dalam SIRUP, bisa mengkategorikan mana yang penunjukan langsung (PL), dari PL itulah yang bisa menjadi kebijakan untuk penyediaan OAP.

‘’Cuman karena input lambat, maka kita di biro kesulitan memetahkan, dan belum punya kepastian, anggaran sebesar ini berapa persen yang masukkan kategori pengadaan langsung, belum ada gambaran keseluruhan,’’ jelas Pigome.

Kata Pigome, untuk proses pengadaan barang dan jasa ada simpul untuk penyerapan anggaran, dan pertumbuhan ekonomi.

‘’Simpul pertama di kita biro barang dan jasa, simpul kedua OPD, simpul ketiga keuangan, kalau tiga simpul semua bergerak, jalan cepat, kalau ada yang terhambat, misalnya kita menunggu proses tender, kalau dokumen dari OPD masuk cepat kita proses bisa cepat,’’ tutur Dia.

‘’Kalau proses sudah jadi kontrak, berarti antara OPD dan keuangan, keuangan verifikasi sesuai SOP, lihat progres baru pencairan, artinya sarapan anggaran bisa bergerak dari tiga simpul ini,’’ jelasnya. (rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *