Papua Barat

Begini Cara Gubernur Perhatikan Pengusaha OAP: Kita Akan Maksimalkan Paket

234
×

Begini Cara Gubernur Perhatikan Pengusaha OAP: Kita Akan Maksimalkan Paket

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si  yang ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (16/6/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERIT.COM.MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si memberikan perhatian serius terhadap keterlibatan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dalam proyek-proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah di wilayah Papua Barat.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menciptakan keadilan ekonomi dan kesempatan usaha yang setara bagi masyarakat asli Papua, sekaligus menjadi bagian dari strategi besar pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan local.

Hal ini ditegaskan Gubernur dalam wawancara bersama wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (16/6/2025).

Gubernur menekankan bahwa pemberdayaan pengusaha OAP merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah provinsi, tetapi seluruh pemerintah kabupaten di Papua Barat.

“Setelah kita rapatkan dengan pimpinan OPD nanti, ada beberapa paket pengadaan yang bisa dilakukan melalui penunjukan langsung,’’ ujar Gubernur Dominggus Mandacan.

‘’Tapi tentu ini harus juga dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten. Kita ingin tahu berapa banyak paket yang bisa disiapkan masing-masing kabupaten untuk diberikan kepada pengusaha OAP,” sambung Gubernur.

Jumlah pengusaha OAP di Papua Barat yang telah terdata cukup banyak, mencapai 2.741 orang, dan terbanyak di Manokwari, Ibu Kota Papua Barat.

Kondisi ini menurut Gubernur memerlukan pendekatan kolektif agar pemberdayaan benar-benar terasa dan merata.

“Ini bukan hanya tanggung jawab provinsi. Saya mengajak semua kepala daerah di kabupaten untuk bersama-sama membuka ruang usaha bagi saudara-saudara OAP,” lanjutnya.

Gubernur Dominggus juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggandeng Kementerian PUPR melalui balai-balai teknis yang ada di Papua Barat.

Ini dilakukan agar pengusaha OAP juga bisa dilibatkan dalam paket-paket proyek dari kementerian yang selama ini dikerjakan di daerah.

“Kita akan undang pihak kementerian PUPR dan balai. Kita minta mereka juga membantu menyalurkan proyek kepada pengusaha OAP. Yang ada, kita akan maksimalkan,” tegasnya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *