Papua Barat

Belajarlah dari Kejadian Beras Fortivit di Kampung Maisipi Manokwari

64
×

Belajarlah dari Kejadian Beras Fortivit di Kampung Maisipi Manokwari

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI FOTO: Warga Kampung Maisipi Distrik Manowari Selatan saat pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan dan Satgas Stunting Papua Barat Jumat (20/10/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Di atas bukit Arfai Distrik Manokwari Selatan, berjarak tiga  kilometer dari Kantor Gubernur Papua Barat ada kampung, namanya Maisipi.

Sekitar 80 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk kisaran 200an bermukim disitu.

Tidak jauh dari kampung Maisipi semua sampah di kota Manokwari  juga dibuang dekat kampung itu, ini diakui Kepala Kampung Maisipi Kule Dowansiba, dan tokoh pemuda Kampung Maisipi Demianus Medokta.

Baca juga: Bulog Manokwari Pastikan Beras Fortivit di Kampung Maisipi Baik untuk Dikonsumsi

Kampung ini pada Selasa 17 Oktober 2023 tiba – tiba muncul di beberap grup whatsapp, nama kampung Maisipi mendadak jadi perbincangan warga.

Tetapi itu bukan hal positif, namun ada video yang menceritakan, katanya ada beras kadaluarsa, dan membatu.

Sebagai masyarakat awam, warga Kampung Maisipi tidak dapat disalahkan atas unggahan informasi itu.

Pada kemasan beras itu memang sudah ada tanggal kadaluarsa sampai November 2023, namun tanggal itu dicetak, kemudian ditempel  menutupi tanggal asli kantong yaitu tahun 2022, wajar jika masyarakat meragukan keasliannya.

Melihat tanggal yang hanya ditempel seakan meyakinkan warga, bahwa beras jenis fortiviti yang mengandung vitamin itu sudah rusak.

Hal kedua, kemasan berasa itu membeku keras, melengkapi pendapat warga, bahwa beras itu rusak total.

Konyolnya, warga lain ikut-ikut memvonis dan menyebarkan informasi salah.

Padahal banyak warga masih awan tentang kemasan produk tertentu yang memang harus di vakum,membeku seperti beras fortiviti yang diterima warga Maisipi saat itu.

Membeli beras dengan kualitas tertent di supermarket, mal-mal, warga dapat menjumpai kemasan keras karena di vakum seperti yang dibagikan Tim Satgas Stunting Korwil Kabupaten Manokwari  kepada warga Kampung Maisipi.

Jumat (20/10/2023) Pemda Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kesehatan dan Satgas Stunting Papua Barat menggelar pengobatan dan pemeriksaan kesehatan di kampung Maisipi, masih dalam rangkaiaan HUT Ke 24 Provinsi Papua Barat.

Warga Kampung Maisipi berbondong-bondong membawa anak-anak, bayi memeriksa kesehatan.

Dinkes Provinsi Papua Barat melibatkan sekitar 15 petugas kesehatan mulai dari dokter hingga mantri dan suster, warga juga diberikan susu danco untuk mempercepat pertumbuhan anak-anak kampung.

Hari itu Dinas Kesehatan dan Satgas Stunting Papua Barat melakukan pemeriksaan kesehatan warga Kampung Maisepi.

Tim medis dr Antohnius Tarigan SP (A) mengatakan, kasus yang ditemukan saat pengobatan dan pemeriksaankesehatan gratis, adalah ISPA, diare dan bayi stunting, tidak ada terkait dengan mengkonsumsi beras fotivit yang di bagikan tim stunting Korwil Kabupaten Manokwari.

‘’Rata-rata batuk pilek, terbesar adalah gangguan pernapasan, diare, kita juga dapatkan bayi stunting,’’ ujar dr Anthonius Tarigan yang ditemui wartawan di Kampung Maisipi  Jumat (10/10/2023).

Menurut Tarigan, untuk pencegahan dan perawatan selain memberikan obat dan vitamin tim medis mengajak orang  untuk terapkan pola hidup bersih , dan makan bergizi.

Ketua Satgas Papua Barat Juliana Maitimu tidak serta merta menyalahkan warga Maisipi atas penyebaran video itu, karena itu cara cerdas warga sebelum mengkonsusmi satu produk terlebi dahulu memeriksa tanggal kadaluarsa.

Namun Ia menyaangkan, andaikan ada bayi sakit perut, yang setelah mengkunsumsi beras itu sebaiknya melalui pemeriksaan medis.

Melihat kejadian video beras fortivit antara ketikda pahama warga tentang pembekuan kemasan beras dengan vakum, dan penempelan lebel, seharusnya pemberi bantuan lebih awal menjelaskan secara rinci tentang bantuannya.

Atas kejadian ini, tidak hanya pemerintah, siapa saja yang memberikan bantuan terkait makanan atau minuman hendaknya disertai dengan penjelasan mulai dari kemasan, produksi, efek samping.

Juga cara menggunakan, hingga masa berlaku produk lebih terperinci, sebelum warga yang bertanya-tanya dengan caranya sendiri, hanya karena ketidak pahamannya.

Jangankan warga kampung Maisipi, warga perkotaan juga ada yang belum paham tentang makanan berkadar vitamin tinggi kemasannya harus di vakum, seperti yang diberikan ke warga Kampung Maisipi Distrik Manokwari Selatan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!