Papua Barat

Buka Musrembang, Bupati Fakfak : 2026 Persoalan Kesehatan dan Pendidikan  Harus Tuntas

382
×

Buka Musrembang, Bupati Fakfak : 2026 Persoalan Kesehatan dan Pendidikan  Harus Tuntas

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., MAP. Dalam Acara Pembukaan Musrembang Tingkat Distrik se-Kabupaten Fakfak di Distrik Tomage. Sabtu (19/04/2025). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., MAP, didampingi Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, MT dan Sekda Fakfak, Sulaeman Uswanas, membuka pelaksanaan musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Distrik se – Kabupaten Fakfak yang berlangsung di Distrik Tomage, Sabtu (19/04/2025).

Pembukaan pelaksanaan Musrembang tingkat Distrik di Tomage yang dilaksanakan Bappeda dan Litbang Kabupaten Fakfak selain dihadiri Kepala Distrik Tomage dan Bomberay juga di hadiri  kepala Kampung dan Beperkam dari 2 Distrik tersebut.

Bahkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Fakfak, Asisten Sekda dan beberapa anggota DPR Kabupaten Fakfak juga menghadiri pelaksanaaan Musrembang tersebut.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan, ketika membuka pelaksanaan Musrembang tingkat Distrik di Bomberay, mengajak peserta Musrembang agar dalam pembahasan perencanaan pembangunan tingkat Distrik di bidang Kesehatan dan Pendidikan.

“Pelaksaan Musrembang tingkat Distrik ini, saya (Bupati) mengajak pimpinan OPD untuk fokus kepada beberapa hal penting, yakni bidang Kesehatan dan Pendidikan agar di tahun depan (2026) masalah kesehatan dan pendidikan di Fakfak sudah harus tuntaskan,” tandas Samaun Dahlan.

Untuk bidang kesehatan, menurutnya, berbagai persoalan di tingkat Distrik harus segera diselesaikan, baik itu tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan sudah harus dirampungkan termasuk beberapa bangunan Puskesmas yang ada juga harus sudah dapat difungsikan agar dapat memberika pelayanan dengan baik untuk masyarakat.

“Tenaga kesehatan di Distrik Tomage dan Bomberay sebagai daerah terjauh di Fakfak harus tersedia sehingga bila terjadi sesuatu bisa ditangani dengan cepat, peralatan kesehatan juga harus dilengkapi dan Puskesmas di Distrik terjauh termasuk Tomage dan Bomberay harus sudah beroperasi 1 x 24 jam,” pintanya.

“Saya juga meminta Kadis Kesehatan agar Puskesmas yang telah diresmikan dan fasilitas kesehatan yang kurangan di Puskesmas – Puskesmas yang diangun di tahun 2024 agar dapat dianggarkan di tahun depan (2026). Untuk Puskesmas Tomage sudah harus beroperasi, begitupun untuk persoalan tanah Puskesmas – Puskesmas untuk segera dituntaskan,” tandas Samaun Dahlan.

Sedangkan untuk bidang Pendidikan, Samaun Dahlan meminta agar diprogramkan pembangunan rumah guru sehingga para guru yang bertugas di kampung – kampung dapat betah melaksanakan tugas di Kampung.

“Persoalan yang dihadapai guru di Kampung adalah masalah rumah guru, ini persoalan yang memngakibatkan para guru tidak betah di Distrik atau di Kampung,” ungkapnya, saat membuka Musrembang tingkat Distrik di Tomage.

Dia juga meminta Kepala Distrik untuk memberikan laporan terkait kebutuhan guru, SD, SMP dan SMA yang ada di Distrik sehingga kebutuhan guru di Distrik maupun di Kampung dapat diketahui.

Sehingga kedepan kata Samaun, tidak ada lagi alasan bahwa murid tidak masuk sekolah karena tidak ada guru atau terjadi kekurangan guru yang ada di Distrik maupun di Kampung – Kampung.(Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *