Hadiri Syukuran Misi Katolik di Tanah Papua Ke -128, Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si dan Wakil Ketua MRPB, Cyrillus Adopak, S.E., M.M, dan Rombongan Disambut Tarian Titir dan Tarian Tumor Dari Kampung Raduria Hingga Ke Pulau Bone Kampung Brongkendik Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Minggu 22 Mei 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.
Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, Hadiri Peringatan Syukuran Misi Katolik di Tanha Papua Yang Ke – 128 Tahun di Pulau Bone Kampung Brongkendik Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Minggu 22 Mei 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.
PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Minggu (22/5/2022), Ribuan umat Katolik di Fakfak memadati pulau Bone Kampung Brongkendik di Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak untuk melaksanakan syukuran atas misi Katolik di Tanah Papua.
Hadir dalam syukuran misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di pulau Bone, Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, Wakil Ketua MRPB, Cyrillus Adopak, S.E., M.M, Pastor Alex Fabianus, Pr., Ketua Komisi Kerasulan Keuskupan Manokwari – Sorong Pastor Isack Bame, Pr.
Kegiatan syukuran atas misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Pulau Bone, dilaksanakan panitia yang diketuai Clemens Adopak, menghadirkan kurang lebih 1.000 umat Katolik.
Kehadiran Bupati dan Wakil Ketua MRPB di pulau Bone dalam rangka menghadiri syukuran misi Katolik di Tanah Papua disambut dengan tarian adat Fakfak yakni Tarian Titir dan Tarian Tumor.
Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos.,M.Si., dalam sambutan ditengah – tengah ribuan umat Katolik dalam syukuran misi Katolik di Tanah Papua, mengatakan, pulau Bone yang berada di Kampung Brongkendik Distrik Fakfak Tengah merupakan saksi sejarah dan memiliki nilai historis di masa lalu sebagai pulau yang memiliki nilai religi.
Karena itu kata Untung Tamsil, kedepan kiranya pulau Bone dapat dikembangkan sebagai salah satu tempat wisata yang memiliki nilai historis yang akan memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat di Fakfak.
Dikatakannya, syukuran ke – 128 tahun misi Katolik di Tanah Papua ini, sebagai bagian dari instropeksi kita semua atas perkembangan agama Katolik di Tanah Papua yang diwarnai oleh sikap toleransi kehidupan beragama khususnya di Fakfak.
Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si Bersama Wakil Ketua MRPB, Cyrillus Adopak, S.E., M.M. dan Tim Pastoral Wilayah Fakfak Serta Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakan Pada Peringatan Syukuran Misi Katolik di Tanah Papua Yang Ke – 128 di Pulau Bone Brongkendik Distrik Fakfak Tengah, Fakfak Papua Barat. Minggu 22 Mei 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s.
Menurutnya, tanggal 22 Mei 1894 menjadi sejarah masuknya agama Katolik di Kabupaten Fakfak yang dibawa Pastor Cornelis Le Cocq d’Amanville, SJ melalui Kampung Sekru yang kemudian menyebar ke kawasan gunung Kabupaten Fakfak hingga berkembang di berbagai wilayah di Kabupaten Fakfak bersamaan dengan agama Islam dan Kristen Protenstan.
“Sejarah telah mencatat bahwa masuknya agama Katolik yang dibawa oleh Pastor Cornelis Le Cocq d’Amanville, SJ., pada tanggal 22 Mei 1894 masuk melalui Kampung Sekru dan menyebar ke kawasan gunung di Fakfak hingga menyebar ke seluruh kawasan di Fakfak bersamaan dengan agama Islam dan Kristen Protestan”, ungkap pada syukuran Misi katolik di Tanah Papua yang ke – 128 tahun.
Lanjutnya, sejarah masuknya agama Katolik di Fakfak terus tumbuh dan berkembang serta semakin mempererat hubungan harmonisasi antar umat beragama, ini menggambarkan sikap toleransi orang Fakfak yang sangat melekat pada jati diri orang Fakfak yang menjadi filosofi bagi seluruh masyarakat Fakfak.
“Semboyan Satu Tungku Tiga Batu menjadi landasan utama dalam kehidupan toleransi antar umat beragama di Fakfak dan memiliki makna yang berarti dalam kehidupan toleransi beragama yang tinggi dan sebagai bagian dalam mempererat hubungan persaudaraan masyarakat di Kabupaten Fakfak”, tutur orang nomor satu di Kabupaten Fakfak yang akrab disapa UT.
Lebih lanjut dikatakan Bupati Fakfak Untung Tamsil, perayaan syukuran 128 tahun misi katolik di Tanah Papua, selain merupakan momentum penting dalam mensyukuri masuknya agama Katolik melalui dinamika perjalanan sejarah panjang, juga secara khusus bagi Bupati dan Wakil Bupati, hal ini merupakan momentum penting dalam menginspirasi untuk saling menghormati, saling rukun dan bertoleransi.
“Momentum penting dalam mensyukuri masuknya agama Katolik yang ke 128 tahun, melalui dinamika perjalanan sejarah panjang, juga secara khusus bagi saya (Bupati) dan Wakil Bupati, Yohana Dina Hindom, SE, MM, hal ini merupakan momentum penting dalam menginspirasi untuk saling menghormati, saling rukun dan bertoleransi”, tutup Untung Tamsil, saat menyampaikan sambutan tertulisnya di hadapan ribuan umat Katolik di pulau Bone.
Usai menghadiri acara syukuran misi Katolik di Tanah Papua Ke -128 tahun di Pulau Bone, Bupati menyempatkan diri meninjau situs dan lokasi monumen sejarah di pulau Bone, sementara ribuan umat Katolik tetap bertahan di pulau Bone untuk melaksanakan misa syukuran yang dipimpin langsung Pastor – Pastor Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak.(RL 07)













