Papua Barat

Bupati Fakfak : RAPBD Perubahan 2025 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur Dasar

182
×

Bupati Fakfak : RAPBD Perubahan 2025 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur Dasar

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Pembukaan Sidang Paripurna Pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2025 Yang Berlangsung di DPRK Fakfak. Sabtu (27/9/2025). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA COM. FAKFAK – Sidang paripurna pembahasan Rancangan APBD Perubahan 2025 mulai digelar DPRK Fakfak, Sabtu (27/92025).

Bupati Fakfak Samaun Dahlan dalam penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang APBD-P Tahun Anggaran 2025, menekankan pentingnya APBD sebagai sarana utama Pembangunan Daerah

Karena itu menurut Bupati yang akrab disapa SD, perubahan APBD 2025, bukan sekadar penyesuaian, melainkan upaya memastikan arah pembangunan berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat Fakfak.

“Dinamika sosial, ekonomi, serta kebijakan nasional dan daerah menuntut kita untuk adaptif. Perubahan ini hadir agar APBD betul-betul efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Samaun Dahlan kembali menegaskan,  tiga sektor tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah yakni Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Lanjutnya, alokasi belanja diarahkan untuk menjamin keberlangsungan layanan publik yang selama ini dinilai masih membutuhkan penguatan.

“Evaluasi semester pertama menunjukkan perlunya intervensi lebih besar pada bidang pendidikan dan kesehatan. Selain itu, infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat juga harus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” tegas Samaun Dahlan.

Dikatakan, Pemerintah Daerah juga memberi ruang lebih besar bagi program pemberdayaan ekonomi lokal, termasuk penguatan sektor pertanian dan UMKM.

Hal ini sejalan dengan komitmen menjadikan Fakfak sebagai salah satu daerah yang tangguh menghadapi tantangan global, khususnya pasca-pandemi.

Dalam paparan terinci postur APBD-P 2025. Pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp1,384 triliun atau meningkat sekitar Rp25,78 miliar dari APBD murni, naik 1,90 persen.

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,455 triliun, meningkat Rp48,33 miliar atau 3,44 persen.

Kata Bupati, kenaikan belanja berimplikasi pada defisit sebesar Rp70,77 Miliar. Namun, dipastikan kekurangan tersebut dapat ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari SiLPA Tahun 2024.

Dengan demikian, lanjut Samaun Dahlan,  rancangan APBD-P 2025 tetap seimbang sesuai prinsip tata kelola keuangan daerah.

Pada kesempatan tersebut Bupati Samaun juga memberikan apresiasi kepada DPRK Fakfak yang telah menyelesaikan pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2025.

Lanjut Samaun, proses politik yang berjalan sehat di legislatif adalah bukti nyata komitmen bersama membangun daerah.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan duka mendalam atas musibah kebakaran di kawasan pertokoan Jalan Izak Telussa beberapa hari lalu.

Dimana dalam musibah kebakaran tersebut  seorang warga yang terlibat membantu memadamkan api menjadi korban akibat terjatuh dari atas salah satu toko.(Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *