Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T menyerahkan dokumen LKPj tahun 2019 kepada Ketua DPRD Teluk Bintuni, Simon Dowansiba,SE dalam sidang paripurna , Senin (7/9/2020)... Bupati Ingatkan Pilkada Momen Sampaikan Gagasan Bukan Pecahkan Persatuan

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T menyerahkan dokumen LKPj tahun 2019 kepada Ketua DPRD Teluk Bintuni, Simon Dowansiba,SE dalam sidang paripurna , Senin (7/9/2020) di Gedung DPRD Teluk Bintuni. PAPUADALAMBERITA. FOTO: istimewa

PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNI – Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020  jangan sampai menghilangkan rasa persatuan dan persaudaraan masyarakat, yang sudah menjadi warisan turun menurun.

Seluruh elemen masyarakat harus menjauhkan dari aksi-aksi radikalisme, rasisme dan persekusi agar pesta demokrasi berlangsung secara aman dan damai.

Karena pesta demokrasi merupakan momen untuk para kontestan yang siap bertarung dalam perhelatan politik mengadu ide dan gagasan untuk meraih simpati pemilih, bukan memecahkan persatuan kekeluargaan

Hal ini disampaikan Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T pada saat pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2019 dalam Sidang Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (7/9/2020).

“Sekarang kita sudah masuk fase pilkada. Kita tidak boleh kehilangan rasa persatuan, persaudaraan yang telah mewarisi di Kabupaten Teluk Bintuni sebagai rumah bersama. Jauhkan diri dari radikalisme, rasisme, persekusi. Persatuan adalah harmoni yang harus kita jaga bersama,” harap Kasihiw.

Orang nomor satu di negeri sisar matiiti ini mengungkapkan, hidup rukun dalam kebersamaan adalah keniscayaan yang harus di rawat bersama, untuk melanjutkan pembangunan di Teluk Bintuni yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Persaingan yang semakin global dan masif, disampaikan Kasihiw, harus dihadapi dengan kebersamaan dan inovasi, serta meninggalkan cara-cara lama.

“Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ego sektoral sudah tidak releva lagi, kerjasama tim, kolaborasi dan sinergi harus ditingkatkan. Kita juga harus lebih sigap, lebih cepat, dan menghadapi persaingan dengan kreativitas, inovasi dan kecepatan. Semboyan biar lambat asal selamat, sudah tidak relevan. Yang harus kita terapkan saat ini, Cepat dan Selamat,” pungkasnya.(aba)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *