Papua Barat

Buronan Koruptor Pasar Rakyat Babo Dibekuk Tim Tabur Kejaksaan Agung di Makasar

347
×

Buronan Koruptor Pasar Rakyat Babo Dibekuk Tim Tabur Kejaksaan Agung di Makasar

Sebarkan artikel ini
Tim Tabur Kejaksaan Agung
Buronan Koruptor Pasar Rakyat Babo Berinisial JB Ketika Tiba di Bandara Rendani Manokwari Dijemput Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Selasa (27/2/2024). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Buronan Koruptor Pasar Rakyat Babo, Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni – Papua Barat dengan inisial JB akhir ditangkap tim tangkap buron (Tabur) Kejaksaan Agung di Makasar – Sulawesi Selatan.

Lelaki kelahiran Polewali, 55 tahun lalu dengan inisial JB akhirnya dibekuk tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni pada Senin (26/2/2024) sekitar pukul 12.00 WITA ketika koruptor tersebut berada di jalan Daeng Tata 1 Blok B.3, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

JB merupakan mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan pasar rakyat di Distrik Babo Teluk Bintuni – Papua Barat, yang telah merugikan negara senilai Rp3.035.000.000,- (tiga milyar tiga puluh lima juta rupiah).

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., dalam siaran persnya Nomor: PR –  3/R.2/Kph.3/2/2024, tertanggal 27 Februari 2024, menyebut, JB ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: Kep-22/R.2.13//Fd.1/06/2022,  Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Pembangunan Pasar Rakyat Babo pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2018. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 6.000.000.000,00 (enam milyar rupiah) bersumber dari APBN.

Menurut Harli, dalam pelaksanaan pekerjaan Tersangka yang berinisatif mengatur semua pelaksanaan pekerjaan tersebut, juga selaku pengendali penggunaan keuangan sehingga pekerjaan Pembangunan Pasar Rakyat Babo tidak sesuai dengan peruntukkannya dan mengakibatkan Pembangunan Pasar Rakyat Babo Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni tidak selesai dikerjakan dan tidak dapat diserahterimakan kepada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. Selasa (27/2/2024). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Dikatakan Kajati Harli, dalam pekerjaan ini turut terlibat Terpidana Melianus Jensei selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), dan Terpidana Tera Ramar selaku PPSPM (Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan Surat Perintah Membayar) serta Terdakwa Marthinus Senopadang selaku Pimpinan Cabang PT. Fikri Bangun Persada yang masih dalam tahap upaya hukum Kasasi.

Lebih lanjut menurut Harli, berdasarkan laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat Nomor: SR-123/PW27/5/2022 tanggal 27 April 2022 perihal Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Pembangunan Pasar Babo, Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2018, akibat adanya volume pekerjaan yang tidak sesuai antara fisik dilapangan dengan kontrak atas pekerjaan tersebut, mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp3.035.000.000,- (tiga milyar tiga puluh lima juta rupiah).

Dibeberkannya, semenjak Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat menerbitkan Surat Perintah Operasi Intelijen (Pengamanan) tanggal 24 Mei 2023 lalu, Tim Tabur Kejati Papua Barat disupport Tim Tabur Kejagung RI langsung bergerak mencari dan memantau keberadaan Tersangka JB selama 8 (delapan) bulan oleh karena Tersangka sering berpindah-pindah tempat tinggal dimana pernah berada di Bogor, lalu di Bombana, lalu di Sukabumi, di Mamasa,  di Sleman dan di Bandung.

Lanjutnya, dalam pencarian yang cukup memakan waktu dan biaya, Tersangka terdeteksi berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan lalu Tim Tabur langsung mengamankan dan membawa Tersangka di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan selanjutnya diterbangkan menggunakan salah satu pesawat komersil ke Manokwari untuk diserahterimakan ke Jaksa Penyidik  Kejari Teluk Bintuni demi kepentingan penyidikan.

Sebelumnya Tersangka JB sudah dipanggil sebanyak 5 (lima) kali untuk diperiksa namun Tersangka tidak pernah mengindahkannya atau tidak kooperatif. Oleh karena itu yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan.

Melalui program Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan, Kajati Papua Barat Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan, tutup orang nomor satu di Kejaksaan Tinggi Papua Barat.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!