Papua Barat

Cegah Paham Teroris Intoleran, PGGP Papua Barat Nyatakan Rawat NKRI

76
×

Cegah Paham Teroris Intoleran, PGGP Papua Barat Nyatakan Rawat NKRI

Sebarkan artikel ini

Rapat koordinasi meningkatkan sinergitas dalam upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme, radikalisme dan intoleransi di Provinsi Pabar, Selasa (22/6/2021) di Siwissbel Hotel Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Persekutuan Gereja-geraja Papua (PGGP) Papua Barat kembali menyatakan komitmennya merawat NKRI dan mencegah paham terorisme, radikalisme dan intoleransi di Wilayah Provinsi Papua Barat.

Pernyataan ini disampaikan Pendeta Solemen Manufandu M.Th selaku Wakil Ketua PGGP Pabar usai menghadiri rapat koordinasi dalam meningkatkan sinergitas dalam upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme, radikalisme dan intoleransi di Provinsi Pabar, Selasa (22/6/2021) di Siwissbel Hotel Manokwari.

Pendeta Soleman Manufamndu mengatakan, untuk merawat dan mengisi kemerdekaan, yang harus dilakukan bagaimana mencetak  generasi orang asli Papua yang mampu bersaing dari segala bidang.

“Kami sudah komitmen untuk selalu menyampaikan kepada 53 dedominasi gereja di bawah wadah PGGP, kita sepakat menolak yang namanya radikalisme dan intoleransi. Kami akan tetap berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945,” ucap Pdt Manufandu.

Sebagai bukti, ucapnya, jika terjadi sesuatu persoalan di Pabar, ketika seorang tokoh agama atau pendeta yang datang menengahi, maka ummat di bawahnya akan mendengar suara dan taat karena pendeta menjadi panutan.

Disinggung terkait kesenjangan sosial yang masih dijadikan isu tertinggi di Tanah Papua khususnya di Pabar, Ia mengatakan bahwa kucuran dana Otsus yang begitu besar semestinya mampu menjawab hal ini.

“Bisa kita liat sendiri dengan mata jasmani, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua dan Pabar sangat terburuk atau paling rendah dari provinsi lainnya,” ujarnya.

“Ini harus ditangani dengan baik supaya orang papua itu jangan terpinggirkan terus. OAP itu harus menjadi pemain dalam (Pembangunan) ekonomi dan pemain dalam semuanya,” sambungnya.

Bahkan kata dia, PGGP setiap tiga bulan bertemu dengan Pemerintah Provinsi Pabar dalam hal ini gubernur untuk memberikan masukkan-masukkan. Dan kata dia banyak hal yang telah gubernur jalankan terkait masukkan tersebut.

“Masukkan dari kami itu selalu gubernur lakukan. Sudah sinergi sekali dan tinggal dikawal saja,” jelasnya.

Terakhir, ia mengajak sebagai ummat yang beragama untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI dalam mengisi kemerdekaan yang telah dilahirkan oleh para pahlwan bangsa.

“Kalau dari MUI berkata buat muslim, nah itu yang harus dilakukan. Begitupun kalau dari kristen, kalau dari PGGP berkata harus dilakukan,” tutur Pendeta Manufandu.

Ketua Muhamadiyah Pabar Dr Mulyadi Djaya dalam sesi tanya jawab pada kegiatan tersebut mengemukakan, bahwa pentingnya pencegahan yang harus dimulai dari hulu tentang kesenjangan ekonomi.

“Saya kira hal-hal mendasar terkait (Kesenjangan sosial, red) ini, harus  diperhatikan baik. Dan pemberdayaan orang asli papua dari segala bidang khususnya di kalangan bawah,” kata Akademisi Universitas Papua tersebut.

Sementara itu, Direktur Binmas Polda Pabar Kombes Pol Bagijo Hadi Kurnijanto, SIK menuturkan, bahwa selaku pembina Kamtibmas berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan semua elemen untuk ikut berperan mecipkatan daerah yang aman serta kondusif.

“Yang dikatakan teroris adalah kelompok-kelompok kriminal bersenjata yang melakukan teror pembakaran fasilitas kesehatan dan sekolah serta pembunuhan terhadap masyarakat sipil. Tolong diluruskan ke masyarakat kita, kadang sengaja diplintir atau dibolak balik,” terang Kombes Pol Bagijo HK.

Hadir sebagai pembicara dalam Kegiatan tersebut Asisten Intelejen Kodam XVIII Kasuari Kolonel Kav. Urip Prihatno, Kabid Binmas Islam Kemenag Papua Barat Haji Abdul Aziz Hegemur dan Kasubdit Kewaspadaan Dini Bidang Intelejen Kesbangpol papua Barat.

Selian itu, juga hadir Ormas-ormas Keagaman, organisasi kemasyarakatan, kemahasiswaan, HMI, GMKI, GMNI.

Kegiatan diakhiri dengan pembacaan deklarasi menolak paham terorisme, radikalisme dan intoleransi serta  penandatanganan pernyataan tersebut.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *