Papua Barat

Cuaca Jadi Tantangan, Operasi SAR Korban Tenggelam di Warbefor Masuk Hari

311
×

Cuaca Jadi Tantangan, Operasi SAR Korban Tenggelam di Warbefor Masuk Hari

Sebarkan artikel ini
Suasana persiapan Tim SAR Gabungan sebelum kembali menerjang ombak dan gelombang tinggi dalam Operasi SAR hari kedua pencarian korban tenggelam di Pantai Warbefor, Kampung Inya, Kabupaten Manokwari, Selasa (6/1/2026). FOTO: HUMAS SAR

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARIKantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari akan kembali melanjutkan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) hari ketiga (H.3) terhadap seorang pelajar yang dilaporkan tenggelam di Pantai Warbefor, Kampung Inya, Kabupaten Manokwari, Rabu (7/1/2026).

Operasi dilanjutkan setelah dua hari pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil, dengan kondisi cuaca berupa gelombang tinggi dan angin kencang masih menjadi tantangan utama di lapangan.

Hingga operasi hari kedua dihentikan sementara, hasil pencarian masih nihil.

Korban diketahui bernama Roby Mandacan (17), seorang pelajar, yang dilaporkan tenggelam saat berenang di pantai tersebut pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 14.05 WIT. Informasi kejadian diterima Kansar Manokwari dari warga bernama Trisep Kambuaya pada pukul 14.22 WIT.

Memasuki hari kedua pencarian, sejak pukul 06.00 WIT, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing serta pengecekan kesiapan personel dan alat utama (alut) sebelum diterjunkan ke lokasi kejadian.

Dalam operasi tersebut, tim dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 dan SRU 2 melakukan pencarian di laut menggunakan perahu karet dengan metode pengamatan visual di permukaan air. Sementara itu, SRU 3 melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir Pantai Warbefor. Untuk memperluas area pencarian, tim juga mengerahkan drone thermal guna melakukan pemantauan udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., mengatakan seluruh potensi SAR telah dikerahkan secara maksimal, namun kondisi cuaca menjadi kendala utama di lapangan.

“Pada Operasi SAR hari kedua ini, Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal melalui laut, darat, dan udara. Namun hingga sore hari hasil pencarian masih nihil. Operasi terpaksa dihentikan sementara karena kondisi gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan personel,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya sesuai rencana yang telah disusun.

“Kami akan melanjutkan Operasi SAR pada H.3 dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan. Kami juga memohon dukungan doa dari masyarakat agar korban dapat segera ditemukan,” tambah Yefri.

Operasi SAR hari kedua resmi dihentikan pada pukul 15.00 WIT dengan hasil masih nihil. Apabila korban ditemukan, rencananya akan segera dievakuasi ke RSUD Manokwari untuk penanganan lebih lanjut.

Basarnas Manokwari kembali mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca serta mengutamakan keselamatan.(HMS/405)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *