fbpx
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani SH, MSI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan bersama Satgas COVID-19 Papua Barat saat jumpa pers... Data Terbaru Papua Barat Nihil COVID-19,  Manokwari 1 Orang Dalam Pemantauan

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani SH, MSI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan bersama Satgas COVID-19 Papua Barat saat jumpa pers data terbaru terkait COVID-19 di Provinsi Papua Barat, Rabu (18/3/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Sekretariat Satuan Tugas (SATGAS) COVID-19 Provinsi Papua Barat  merilis data terbaru sampai Rabu (18/3/2020) Provinsi Papua Barat Nihil dari Virus Corona Disease (COVID-19 ), namun di Kabupaten Manokwari ditemukan ada satu orang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) terkait COVID-19, sedangkan 26 orang dinyatakan selesai sebagai PDP karena dari 27 pasien dalam pemantauaan selama 14 hari, 26 orang sudah bebas dari karantina mandiri.

Data itu terungkap setelah dr Arnold Tiniap, dr Nurmawati yang tergabung dalam Satgas COVID-19 Papua Barat yang didampinggi Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan merilis kepada wartawan Rabu (18/3/2020) di Sekretariat SATGAS COVID-19 Papua Barat Swiss Belhotel Manokwari.

‘’Data terbaru sampai tanggal 17 Maret 2020 di Manokwari ada 27 orang dalam pemantauan, orang dalam pemantauan berarti orang tersebut punya riwayat berkunjung dari daerah yang terjangkit dan saat datang ke Manokwari dan memiliki keluhan ringan,  entah demam atau batuk sehingga dilakukan pemantauan selama 14 Hari,’’ jelas dr Nurmawati.

‘’Dari 27 orang yang dipantau 26 orang sudah selesai dipantau, mereka sudah tidak dipantau artinya bahwa yang bersangkutan sudah bebas dari karantina manidri, kemudian satu lagi masih dalam proses pemantauan mungkin tidak lama lagi akan selesai,’’ ujar dr Nurmawati.

Nurmawati menambahkan,  dari 27 orang itu orang dalam pemantauan  10 orang Warga Negara Asing (WNA) dan 17 Warga Negara Indonesia (WNI).

Untuk Wilayah Sorong ada 12 orang,  tiga orang masuk katagori Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  dan satu sudah selesai yaitu WNA.

”Pada 25 Januari 2020 sudah selesai karena dalam pengawasan maka yang bersangkutan diambil sampel, hasilnya negatif dan setelah tiga hari sudah tidak ada panas lagi maka kami pulangkan,” ujarnya.

‘’Selanjutnya sembilan orang dalam sebagai orang dalam pemantauan, dua pasien dalam pengawasan di wilayah Sorong. Kemudian untuk Kabupaten Teluk Wondama ada dua Orang Dalam Pemantauan (ODP).

‘’Dia riwayatnya dari Magelang kemudian mau kembali ke Manokwari lewat Jakarta,  tetapi saat datang ke Wondama Ia ada batuk ringan kami masukkan sebagai Orang Dalam Pemantauan.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!