Papua Barat

Di Tengah Kesibukan Duniawi, Masih Adakah Ruang untuk Tuhan di Hati Kita ?

165
×

Di Tengah Kesibukan Duniawi, Masih Adakah Ruang untuk Tuhan di Hati Kita ?

Sebarkan artikel ini
Natal 2025 di Gereja St Yosep Fakfak
Pastor Paroki St Yosep Fakfak, Alex Fabianus, Pr. Pada Misa Natal 25 Desember 2025. Kamis (25/12/2025). FOTO : TANGKAPAN LAYAR. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Perayaan Misa Natal 25 Desember 2025 berlangsung dengan penuh khidmat di Gereja Katolik Paroki St. Yosep Fakfak. Perayaan Natal 2025 dipadati Umat Katolik.

Pastor Paroki St. Yosep Fakfak, Alex Fabianus, Pr, saat memimpin jalannya misa natal di pagi itu, dalam khotbah  yang bertajuk “Kado Keselamatan dalam Kefanaan Manusia”, Pastor mengajak umat untuk merenungkan kembali posisi Tuhan dalam hiruk – pikuk kehidupan modern yang sering kali membuat manusia merasa asing dengan dirinya sendiri.​

​Membuka refleksinya, Pastor Alex menyoroti satu kalimat dari Injil Lukas yang menurutnya sangat menyentuh sekaligus menjadi kritik bagi manusia zaman ini: “Tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”

Suasana Misa Natal 2025 di Gereja Katolik St. Yosep Fakfak. Kamis (25/12/2025). FOTO : TANGKAPAN LAYAR. PAPUADALAMBERITA.COM.

Dia menekankan bahwa sering kali keselamatan yang ditawarkan Tuhan terhambat bukan karena Tuhan jauh, melainkan karena hati manusia yang sudah terlalu penuh dengan kesibukan duniawi.

​”Ini menjadi bahan perenungan bagi kita, Allah hadir untuk menyelamatkan, tetapi apakah ada tempat di hati kita? Seringkali tidak ada ‘penginapan’ bagi-Nya di dalam hidup kita,” ujar Pastor Alex di hadapan umat.

​Sesuai dengan tema tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” Pastor Alex mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana suka, duka, dan pergumulan dialami.

Namun, dia juga memberikan peringatan keras mengenai kondisi batin manusia saat ini. ​Pastor Paroki St. Yosep Fakfak, yang akrab disapa Alex, menyebutkan bahwa tanpa melibatkan Tuhan, kesuksesan lahiriah sering kali menjadi semu.

“Banyak orang yang nampaknya sukses secara lahiriah, namun sebenarnya merasakan ada yang pecah atau retak di dalam batinnya karena mereka berpaling dari sumber keselamatan yang sejati,” tuturnya.

​Natal, menurut Pastor Alex, adalah bukti bahwa Tuhan menjawab kekhawatiran manusia dengan cara yang di luar bayangan, melalui kelahiran Yesus Kristus di tempat yang paling sederhana.

Kado keselamatan ini tidak hanya berlaku bagi para gembala 2.000 tahun lalu, tetapi tetap menjadi hadiah istimewa bagi manusia di segala zaman. ​Pastor Alex mengajak umat untuk meneladani sikap para gembala yang segera bergerak setelah menerima kabar sukacita.

​”Mari kita sekarang segera pergi ke Betlehem, Hendaknya kita juga segera membuka hati agar keselamatan itu boleh hadir, kita terima, dan kita syukuri dalam perjalanan kehidupan ini,” pungkasnya menutup Khotbah Natal 25 Desember 2025. (Enrico Letsoin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *