fbpx
Dokter Xaviera melakukan pemeriksaan pasien. FOTO: DOKUMENTASI/papuadalamberita.com PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kali ini saya dokter xaviera akan mengulas secara umum mengenai DIARE agar menambah pengetahuan... Diare Selalu Ada di Sekitar Kita Ini Penjelasan dr Xaviera

Dokter Xaviera melakukan pemeriksaan pasien. FOTO: DOKUMENTASI/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kali ini saya dokter xaviera akan mengulas secara umum mengenai DIARE agar menambah pengetahuan bagi masyarakat, karena DIARE selalu ada di sekitar kita.

Pengertian Diare. Diare merupakan keadaan ketika seseorang melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari pada biasanya yang terjadi lebih dari tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi tinja berubah menjadi lembek atau cair. Orang awam sering menyebutnya dengan istilah “buang-buang air” atau mencret. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kasus tertentu bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.

Diare terjadi selama 2-4 hari tanpa memerlukan penanganan khusus, tetapi beberapa kasus diare bisa berakibat fatal. Hal ini terjadi karena terlalu banyak cairan tubuh yang terbuang keluar khususnya pada anak-anak, penderita kurang gizi, dan orang-orang yang lemah daya tahan tubuhnya. Saat ini, diare adalah penyebab kematian nomor 2 di dunia pada anak-anak dibawah usia 5 tahun, menyebabkan sekitar 760.000 anak-anak meninggal setiap tahun.

Penyebab Diare

Beberapa kondisi dapat menyebabkan seseorang mengalami diare, umumnya adalah: Infeksi virus pada usus besar. Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan diare pada anak-anak.

Infeksi bakteri, Infeksi parasit, Alergi makanan, Makanan yang mengandung pemanis buatan Intoleransi fruktosa (pemanis alami pada madu dan buah-buahan) dan intoleransi laktosa (zat gula yang terdapat pada susu dan produk sejenisnya) Pasca operasi batu empedu.

Efek samping obat-obatan, misalnya antibiotik jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri dalam usus sehingga menimbulkan diare Radang pada saluran pencernaan Irritable bowel syndrome

Penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten Faktor Risiko Diare. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kejadian diare, antara lain: Jarang mencuci tangan setelah ke toilet Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih Jarang membersihkan dapur dan toilet Sumber air yang tidak bersih. Makan makanan sisa yang sudah dingin.

Tidak mencuci tangan dengan sabun Asupan kopi, teh, minuman bersoda, atau permen karet yang mengandung gula yang sulit diserap Minum air terkontaminasi. Makan makanan terkontaminasi

Makan makanan mentah. Gejala Diare. Beberapa gejala yang diakibatkan diare, antara lain: Feses lembek dan cair nyeri dan kram perut, mual dan muntah, nyeri kepala, kehilangan nafsu makan, haus terus menerus, demam, dehidrasi, darah pada feses.

Pengobatan Diare. minum air yang banyak, diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Maka, biasanya dapat diberikan cairan elektrolit atau oralit yang dapat dibeli di apotek. Cairan ini umum digunakan sebagai pertolongan pertama masalah buang-buang air.

Cairan elektrolit dapat memberikan tubuh asupan gula, garam dan mineral penting lainnya yang hilang selama mengalami dehidrasi. Cairan rehidrasi cocok diberikan untuk anak-anak dan orang tua.

Istirahat. Saat terserang diare, diusahakan untuk beristirahat sebanyak mungkin. Orang yang terkena atau sedang mengalami kondisi ini, harus berhenti beraktivitas sementara. Gunanya untuk memulihkan tenaga yang habis untuk bolak-balik ke toilet.

Makan makanan sehat, saat diare, sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna lewat menu makan BRAT (banana, rice, apple sauce, and toast), yakni pisang, nasi, saus apel, dan roti. Makanan tersebut baik dikonsumsi anak-anak atau orang dewasa saat sedang buang-buang air.

Pola makan BRAT terdiri dari makanan berserat rendah dengan rasa hambar yang mudah dikunyah sampai halus. Jenis makanan ini baik bagi organ pencernaan yang sedang bermasalah.

Jangan lupa untuk menghindari makanan pedas, berminyak, atau berlemak.

Obat-obatan Hal yang harus diperhatikan sebelum minum obat diare, Saat minum atau menggunakan obat untuk mengatasi diare, harus mematuhi aturan pakainya. Minum sesuai petunjuk yang direkomendasikan pada label obat.

Jangan berasumsi bahwa lebih banyak obat akan bekerja lebih baik atau lebih cepat. Minum obat dengan jumlah berlebih dapat menimbulkan efek samping tertentu.

Jika Anda menggunakan obat resep, tanyakan kepada dokter anda, apakah boleh meminum lebih dari 1 merek atau jenis obat pereda buang air besar. Kemungkinan keduanya mungkin memiliki bahan aktif serupa dan bisa berubah menjadi overdosis obat.

Komplikasi Diare. Kehilangan banyak nutrisi, diare yang kronis dapat menyebabkan dehidrasi karena buang air berlebih dalam waktu lebih dari sebulan bisa menyebabkan tubuh Anda kehilangan terlalu banyak cairan.

Selain cairan, juga bisa kehilangan vitamin, mineral, protein, dan lemak ketika terkena kondisi ini. Diare kronis juga dapat menurunkan berat badan jika tubuh tidak menyerap cukup karbohidrat dan kalori dari makanan yang dimakan.

  1. Perdarahan dan iritasi, diare kronis dapat menyebabkan iritasi pada usus besar. Iritasi bisa berupa luka yang menyebabkan jaringan di usus rapuh. Iritasi ini juga dapat membuat perdarahan di usus maupun pada feses yang keluar.
  1. Dehidrasi, ketika mengalami buang-buang air, dapat terjadi dehidrasi karena kehilangan banyak cairan tubuh.

Dehidrasi ringan dapat mudah diatasi dengan memperbanyak asupan cairan, baik dari air putih, oralit, atau makanan berkuah.

Namun, diare kronis dapat menyebabkan dehidrasi parah yang mengakibatkan penurunan volume kencing, kencing berwarna gelap, kelelahan, sakit kepala ringan, dan turunnya tekanan darah.

Pencegahan Diare, pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Dengan menerapkan kebiasaan bersih, seseorang dapat terhindar dari virus, bakteri atau mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan diare.

Dianjurkan setiap orang untuk: Rajin mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, sehabis dari toilet, atau setelah bersin dan batuk. Bersihkan tangan dengan sabun, dan bilas dengan air bersih yang mengalir.

Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak. Hindari memakan buah-buahan atau sayuran mentah yang tidak dipotong sendiri. Minum air matang.(*/tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!