Papua Barat

Diduga Korupsi, Bendahara Kampung Kayu Merah di Tahan Polres Fakfak

276
×

Diduga Korupsi, Bendahara Kampung Kayu Merah di Tahan Polres Fakfak

Sebarkan artikel ini

Tersangka LA (Wajah Diblur) Ketika Menjalani Pemeriksaan di Ruang Tipikor Sat. Reskrim Polres Fakfak. FOTO : Humas Polres Fakfak./PAPUADALAMBERITA.COM. 

Diduga Terlibat Dugaan Korupsi Dana Kampung Tahun Anggaran 2016 dan 2017 Tersangka LA Ditahan Polres Fakfak. FOTO : Humas Polres Fakfak./PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Diduga terlibat dugaan korupsi dana kampung tahun anggaran 2016 dan 2017, Bendahara kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah dengan inisial LA akhinya ditahan Polres Fakfak..

LA ditahan di Rutan Sel Polres Fakfak sejak Senin kemarin (20/9/2021) dengan status sebagai tersangka dugaan korupsi dana kampung tahun anggaran 2016 dan 2017 yang telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 550.964.828-

Total anggaran dana kampung Kayu Merah yang dikelola pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 1.371.509.200,- sedangkan alokasi dana kampung tahun anggaran 2017 sebesar Rp.1.984.823.100,-

Kapolres Fakfak AKBP. Ongky Isgunawan, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU. Handam Samudro, STK. SIK mengatakan  kasus dugaan korupsi dana kampung ini terungkap atas adanya informasi masyarakat tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Pengelolaan Anggaran Kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah Kab. Fakfak Tahun Anggaran 2016 dan 2017, yang kemudian ditindak lanjuti oleh Sat Reskrim Polres Fakfak dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Menurutnya, dari proses penyidikan hingga dilakukan  gelar perkara serta dari pengumpulan alat bukti berupa keterangan saksi sebanyak 14 orang, keterangan ahli (Auditor), surat dan petunjuk, serta barang bukti (BB), maka dilakukan peralihan status  LA dari saksi menjadi tersangka.

Terhadap perbuatannya yang telah merugikan keuangan negara, penyidik Tipikor Sat. Reskrim Polres Fakfak menjerat tersangka LA dengan pasal  2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 8 Jo Pasal 9 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP, dengan ancaman hukuman penjara  paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) dan paling banyak Rp.1.000.000.000,-(Satu Milyar Rupiah).

Adapun kronologis kasus ini, pada tahun 2016, Kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah Kab. Fakfak telah menerima anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten (DD), APBD Provinsi (Otsus) dan APBN (ADD) dengan nilai sebesar Rp. 1.371.509.200,- (Satu Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Lima Ratus Sembilan Ribu Dua Ratus Rupiah) yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Kampung, Pembangunan Kampung, Pembinaan Kemasyarakatan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

Kemudian pada tahun 2017 Kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah Kab. Fakfak kembali menerima anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten (DD), APBD Provinsi (Otsus) dan APBN (ADD) dengan nilai sebesar Rp. 1.984.823.100,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat Juta Delapan Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Seratus Rupiah), yang mana seluruh anggaran yang diterima tersebut dikelola oleh Kepala Kampung Kayu Merah inisial LH dan Bendahara LA.

Anggaran Kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah Kab. Fakfak yang telah dicairkan ke dalam rekening kas Kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah, kemudian oleh Kepala Kampung LH dan Bendahara LA ditarik tunai, berdasarkan tahapan pencairan sesuai dengan tahun anggaran, namun ketika dikelola tidak berjalan sesuai dengan RAPBK/APBK Kampung Kayu Merah.

Hasil pemeriksaan khusus (Riksus) yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kab. Fakfak (APIP) telah ditemukan penyelewengan dalam pengelolaan anggaran Kampung Kayu Merah Distrik Fakfak Tengah Kab. Fakfak Tahun Anggaran 2016 dan 2017, dengan rekomendasi kepada Penyidik Sat Reskrim Polres Fakfak selaku Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dilakukan proses hukum atas penyelewengan anggaran yang terjadi di Kampung Kayu Merah pada Tahun Anggaran 2016 dan 2017, jelas Kapolres Fakfak melalui Kasat. Reskrim, IPTU. Hamdan Samudro, STK. SIK.

Untuk diketahui juga, berdasarkan Surat Akta Kematian Nomor : 9203-KM-26032021-0001, pada tanggal 22 Februari 2020 Kepala Kampung dengan inisial LA telah meninggal dunia, dan sesuai Pasal 77 KUHAP, maka hak Penuntutan Hukum terhadap Kepala Kampung LH dinyatakan gugur, tutupnya.

Kini guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka LA sedang menginap di balik jeruji besi Polres Fakfak guna menanti proses hukum lebih lanjut.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *