Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana SE, MH. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA
Polres Fakfak aman empat orang yang diduga terlibat aliran sesat di Fakfak Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA
PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Polre Fakfak akhirnya mengamankan 4 (empat) warga yang diduga terlibat dalam kelompok aliran sesat di Kampung Adora Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fakfak Papua Barat.
4 Orang tersebut yang berhasil diamankan Polres Fakfak sejak Senin malam (21/22/2022) atas dugaan keterlibatan dalam kelompok aliran sesat berinisial NH, FK, YI, dan VT, dimana empat warga tersebut berjenis kelamin laki – laki.
Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana, SE, MH, yang dihubungi papuadalamberita.commelalui sambungan whatsapp, membenarkan adanya empat warga yang diamankan Polres Fakfak atas dugaan keterlibatan dalam kelompok aliran sesat di Kampung Adora Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fakfak.
Menurut Kapolres, dengan diamankannya empat orang tersebut maka saat ini penyidik Polres Fakfak masih mengembangkan adanya dugaan aliran sesat yang diduga disebarkan pemimpinya dengan inisial DA berdarah Maluku.
“Setelah diamankan empat warga tersebut, saat ini Polres Fakfak masih mengembangkan dugaan aliran sesat yang di dibawah DA sebagai pemimpin di Adora Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fakfak,” ungkapnya.
Lanjut Kapolres, dengan diamankannya empat warga berinsial NH, FK, YI, dan VT pada Senin malam (21/3/2022) yang diduga anggota aliran sesat, kini Polres Fakfak masih berupaya untuk menangkap pemimpin aliran sesat tersebut dengan inisial DA yang diduga kabur ke hutan saat penangkapan.
“DA yang diduga sebagai pemimpin aliran sesat di Adora Teluk Patipi itu kini masih kabur di hutan bersama seseorang anggotanya,” tukas AKBP Hendriyana kepada papuadalamberita.com, Selasa (22/3/2022).
Dikatakan, laporan adanya dugaan aliran sesat yang terjadi di kampung Wilayah Distrik Teluk Patipi datang dari masyarakat setempat setelah warga di daerah situ merasa resah dengan kehadiran kelompok yang diduga aliran sesat.
Kelompok tersebut melakukan kegiatannya di hutan yang berjarak kurang lebih tiga kilo meter dari kampung Adora, di tengah hutan kelompok yang diduga beranggotakan sekitar 30 sampai 50 orang tersebut melakukan kegiatan ibadah sambil mengisi ilmu kekebalan tubuh dan ada juga yang berkebun.
Lebih lanjut dia mengatakan, pemipim kelompok berinisial DA telah melakukan kegiatan tersebut dua pekan lalu di Maret 2022.
DA menyebarkan isu tanggal 23 Maret 2022 akan terjadi musibah besar sehingga warga yang menerima isu tersebut langsung bergabung dengan DA ke hutan dan melakukan kegiatan mereka yang diduga aliran sesat.
Atas kejadian tersebut kata Kapolres, Polres Fakfak sedang melakukan patroli di Kampung Adora Distrik Teluk Patipi untuk meminta warga yang bergabung dengan kelompok tersebut untuk kembali ke kampungnya.(RL 07)













