Hikmah Lain dari Peristiwa Tragis, Hilangnya Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway.
Oleh: Rustam Madubun*
PAPUADALAMBERITA.COM.MAQNOKWARI – Sebuah perjalanan seharusnya menjadi cerita tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan kenangan. Namun, tidak semua perjalanan berakhir seperti yang kita harapkan.
Peristiwa hilangnya presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway,, yang kemudian ditemukan meninggal dunia, meninggalkan duka sekaligus pertanyaan bagi keluarga.
Terlepas dari berbagai dugaan yang muncul dan proses yang menjadi kewenangan pihak berwenang, ada satu hal yang membuat saya kembali berpikir: betapa pentingnya dokumentasi ketika kita bepergian, kemana saja dengan siapa saja.
Sebenarnya, jauh sebelum peristiwa ini terjadi, saya sudah memiliki kebiasaan mendokumentasikan hampir setiap perjalanan diri saya.
Ke mana pun pergi bersama teman-teman, keluarga bahkan ketika sedang melakukan peliputan, saya terbiasa membuat foto dan video.
Kadang hasil dokumentasi itu saya bagikan kepada teman-teman yang ada di dalam foto atau video tersebut.
Saya juga sering membagikannya melalui WhatsApp Story, Facebook, dan sesekali TikTok.
Ada yang mungkin menilai kebiasaan itu sebagai pamer, mencari perhatian, atau sekadar validasi. Bagi saya, itu hak setiap orang untuk menilai.
Namun, tujuan saya sebenarnya sederhana: mendokumentasikan perjalanan dan meninggalkan jejak.
Saya tidak pernah berpikir bahwa suatu hari dokumentasi tersebut akan menjadi sesuatu yang sangat penting.
Sebagai seorang jurnalis, kebiasaan memotret, merekam, mencatat, dan menyimpan peristiwa memang sudah menjadi bagian dari pekerjaan dan kehidupan saya.
Tetapi dari peristiwa Hilangnya Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway.
saya semakin memahami bahwa dokumentasi perjalanan ternyata memiliki nilai yang jauh lebih besar.
Foto dan video bukan hanya kenangan.
Di dalamnya bisa terdapat waktu, tempat, orang-orang yang bersama kita, dan aktivitas yang kita lakukan.
Jika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan, dokumentasi tersebut mungkin dapat membantu memberikan gambaran tentang perjalanan kita dan menjadi bagian dari jejak digital yang dapat ditelusuri.
Kita tentu tidak pernah berharap mengalami kejadian luar biasa atau buruk ketika bepergian.
Tetapi Berikhtiar, berjaga-jaga bukan berarti berpikir buruk. Memberi tahu keluarga ke mana kita pergi, bersama siapa, menyimpan dokumentasi, dan sesekali membagikan keberadaan kita kepada orang yang dipercaya adalah bentuk kehati-hatian.
Karena itu, mulai sekarang mungkin kita perlu melihat foto dan video dengan cara yang sedikit berbeda.
Bukan hanya untuk dipamerkan.
Bukan hanya untuk mendapatkan respons.
Bukan hanya untuk memenuhi galeri ponsel.
Tetapi juga sebagai jejak perjalanan, kenangan pribadi, dan dokumentasi keberadaan kita.
Sebab kita tidak pernah tahu, kapan sebuah foto atau video yang kita anggap sederhana hari ini, justru menjadi informasi yang sangat berarti di kemudian hari.
Perjalanan boleh spontan. Kenangan boleh dibagikan. Tetapi keselamatan dan jejak keberadaan jangan sampai dilupakan.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan, ke mana pun perjalanan membawa kita.
Dan semoga peristiwa yang menimpa Yanto menjadi pelajaran bagi kita semua, tanpa harus menunggu sesuatu yang buruk terjadi kepada diri kita sendiri.*(pemred papuadalamberita.com)













