Papua Barat

Dominggus Mandacan Resmikan Layanan Cuci Darah RSUP Papua Barat

591
×

Dominggus Mandacan Resmikan Layanan Cuci Darah RSUP Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si didampingi Direktur RSUP Papua Barat serta tim medis saat meninjau pasien yang sedang menjalani perawatan di Unit Dialisis RSUP Papua Barat, Manokwari, Kamis (28/8/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN. PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si meresmikan layanan cuci darah (hemodialisis) di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat, Manokwari, Kamis (28/8/2025).

Dominggus menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), serta BPJS Kesehatan yang telah mendukung terwujudnya unit dialisis ini setelah perjuangan panjang selama dua tahun.

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si menandatangani prasasti peresmian Unit Dialisis RSUP Papua Barat di Manokwari, Kamis (28/8/2025. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

“Unit ini merupakan layanan dialisis pertama di wilayah Kepala Burung Papua, sekaligus menjadi yang keenam di Tanah Papua setelah Jayapura, Biak, Merauke, Timika, dan Nabire,” ungkap Dominggus.

Ia menegaskan, hadirnya layanan hemodialisis merupakan langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal kronis yang membutuhkan terapi rutin.

“Selama ini banyak pasien harus dirujuk keluar daerah. Dari laporan RSUP, ada 16 pasien yang sudah mendaftar dan akan segera kembali ke Manokwari untuk menjalani perawatan di sini,” jelasnya.

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si berpose bersama tim medis di ruang dialisis RSUP Papua Barat, usai meresmikan layanan cuci darah di Manokwari, Kamis (28/8/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN .PAPUADALAMBERITA

Dominggus juga menyoroti kondisi sebelumnya, di mana setiap bulan rata-rata satu hingga dua pasien di Papua Barat meninggal karena tidak mendapatkan akses dialisis tepat waktu. Dengan adanya unit dialisis, angka kesakitan dan kematian diharapkan dapat ditekan.

“Dialisis adalah perawatan seumur hidup, sehingga keberlanjutan layanan ini harus dijamin. Saya minta Dinas Kesehatan Provinsi dan BPJS Kesehatan memberi dukungan penuh agar pelayanan berjalan baik,” tegasnya.

Kepada jajaran tenaga medis RSUP Papua Barat, Dominggus berpesan agar bekerja secara profesional dengan selalu mengutamakan keselamatan pasien, serta melayani dengan ramah dan penuh empati.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *