PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Barat, Amin Ngabalin, S.Pi, melontarkan pernyataan tegas terkait ketidakhadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat pembahasan draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prioritas inisiatif DPR tahun 2025.
Dalam rapat yang dijadwalkan ulang pada Selasa, 17 Juni 2025, seharusnya OPD yang berkaitan langsung hadir untuk membahas sejumlah ranperda penting, termasuk Ranperda tentang kedudukan dan hak keuangan pimpinan serta anggota DPR, Peraturan Gubernur tentang tunjangan perumahan, tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, hingga pedoman pokok-pokok pikiran DPR.
“Saya kecewa dan ingin menegaskan. Ini undangan resmi dari lembaga DPR Papua Barat, bukan arisan keluarga yang bisa disepelekan,” tegas Amin Ngabalin dalam pernyataan kepada wartawan di Hotel Aston Manokwari Selasa (17/6/2025).
Menurutnya, jadwal awal rapat sebenarnya telah ditetapkan pada hari Senin (16/6). Namun, karena beberapa OPD seperti Badan Keuangan, Inspektorat, Bappeda, dan Biro Hukumberhalangan hadir karena urusan dengan gubernur, maka rapat dijadwalkan ulang.
Meski begitu, pada jadwal ulang pun hanya perwakilan biro hukum yang hadir.
“Tolong ini dicatat, sampaikan ke Pak Gubernur, Sekda,kalau eksekutif tidak menghargai DPR, maka kita juga punya cara lain!,” ujarnya dengan nada tinggi.
Amin juga mengingatkan bahwa dokumen yang dibahas menyangkut kebijakan strategis yang berdampak langsung terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Jika eksekutif tetap abai, maka DPR siap mengambil langkah politik, termasuk tidak melanjutkan pembahasan APBD Perubahan.
“Kita bisa saling mengabaikan. Kalau mereka mau sidang dengan pimpinan saja, silakan. Tapi saya ingatkan, DPR bukan boneka!” tandas Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Papua Barat.
Ia menegaskan, keempat Ranperda tersebut harus diselesaikan secara tuntas dan dengan kehadiran penuh pihak eksekutif, sebelum APBD Perubahan diketok palu.
“Jangan tunggu kita jenuh. Cukup sudah kita diabaikan selama ini. Kalau masih begitu, kita lihat saja nanti di sidang perubahan anggaran, siapa yang butuh siapa,” cetusnya.(rustam madubun)













