Papua Barat

dr.Subhan Rumoning, Sp.PD : Pelaku Perjalanan Tak Taat Isolasi Mandiri, Penyebab Terjadinya Transmisi Lokal Covid -19 di Fakfak

543
×

dr.Subhan Rumoning, Sp.PD : Pelaku Perjalanan Tak Taat Isolasi Mandiri, Penyebab Terjadinya Transmisi Lokal Covid -19 di Fakfak

Sebarkan artikel ini

Juru Bicara Pemkab Fakfak, dr. Subhan Rumoning, Sp.PD. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim Gugus Tugas Covid -19, sudah bekerja ekstra ketat untuk mengantisipasi penyebaran virus disease 2019 (Covid -19) di Kabupaten Fakfak, tak pandang siang dan malam, tak pandang hujan dan panas, garda terdepan Covid -19 di lapangan ini terus melakukan rapid test untuk penumpang kapal dan pesawat masuk di Fakfak.

Namun jargon “Sa Jaga Ko, Ko Jaga Sa” yang terpampang diberbagai himbaun tim Covid -19, akan menjadi sia – sia kalau kita sendiri sebagai masyarakat masih terlihat lengah melaksanakan protokol kesehatan Covid -19 di Kabupaten Fakfak.

Lebih khusus lagi bagi pelaku perjalanan yang tidak taat menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, kalau masyarakat tidak patuh menjalankan anjuran pemerintah untuk isolasi mandiri di rumah, tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan Covid -19, maka tentunya Pemerintah akan lebih pening lagi mengurus penyebaran Covid -19 di Kabupaten Fakfak.

Juru Bicara Pemkab Fakfak Covid -19, dr. Subhan Rumoning, Sp.PD, yang juga Direktur RSUD Fakfak, kepada papuadalamberita.com. membenarkan kalau saat ini di Fakfak ada dugaan terjadi penyebaran transmisi lokal Covid -19, walaupun sesungguhnya tim gugus tugas telah melakukan antisipasi penyebaran virus tersebut di pelabuhan Fakfak, Kokas dan Bandara Torea dengan melakukan rapid test terhadap setiap pelaku perjalanan yang masuk di Fakfak.

Terjadinya transmisi lokal penyebaran virus Corona di Fakfak seminggu terakhir ini sudah mencapai 18 orang dimana satu pasien suspek Covid -19, Jumat (13/11/2020) meninggal dunia setelah sehari menjalani penanganan sedangkan 17 pasien lainnya masih menjalani perawatan baik di ruang isolasi RSUD Fakfak maupun di Balai Diklat Pemkab Fakfak.

Menurut Subhan Rumoning, dugaan terjadinya transmisi lokal Covid -19 di Kabupaten Fakfak diduga kuat akibat pelaku perjalanan yang disarankan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari tidak patuh melaksanakan himbauan tersebut sehingga terjadilah transmisi lokal penyebaran Covid -19 di Fakfak.

“Dari 18 kasus baru suspek Covid -19 di Kabupaten Fakfak, sebanyak 17 orang  bukan pelaku perjalanan hanya 1 yakni tuan D saja yang merupakan pelaku perjalanan sehingga diduga ada terjadi transmisi lokal, transmisi lokal Covid -19 terhadap 17 pasien suspek Covid -19 termasuk 1 orang suspek covid -19 yang meninggal dunia,  bisa terjadi akibat kontak dengan pelaku perjalanan yang tidak patuh melaksanakan isolasi mandiri”, tegas dokter spesialis penyakit dalam jebolan Fakultas kedokteran Universitas Indonesia yang akrab disapa Subhan.

Dikatakan, petugas gugus tugas di lapangan selama ini cukup ketat melakukan pemeriksaan rapid test di lapangan, baik itu di pelabuhan maupun di Bandara terhadap pelaku perjalanan yang masuk Fakfak dan dalam melakukan rapid test  bagi pelaku perjalanan di Bandara dan pelabuahn yang terkonfirmasi non reaktif disarankan menjalani isolasi mandiri 14 hari di rumah dan yang reaktif langsung menjalani karantina terpusat di Balaik Diklat Pemkab Fakfak maupun BLK Fakfak.

Yang menjadi persoalan hingga terjadi transmisi lokal Covid -19, di Fakfak akibat dari dari pelaku perjalanan yang tidak mampu menahan diri melakukan isolasi mandiri dan hal ini juga terjadi di daerah lain yang mengakibatkan transmisi lokal di tengah masyarakat, termasuk keharusan Pemerintah membuka transportasi, ungkap dr. Subhan Rumoning. Sp.PD.

Dengan melihat adanya dugaan transmisi lokal Covid -19 di Kabupaten Fakfak, Subhan Rumoning, berharap agar seluruh masyarakat Fakfak patuh melaksanakan prokol kesehatan dan bagi pelaku perjalanan yang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah untuk taak isolasi mandiri agar tidak menyebabkan penularan virus tersebut kepada masyarakat Fakfak yang tidak melaksanakan isolasi mandiri.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *