Papua Barat

Dua Mobil Sama Warna, Memang Salah Tembak, Tapi Jangan Salah Sangkah, Itu Bukan Politik

263
×

Dua Mobil Sama Warna, Memang Salah Tembak, Tapi Jangan Salah Sangkah, Itu Bukan Politik

Sebarkan artikel ini

Dua mobil sama warna dan jenis foto satu mobil yang dipakai SM tersangka bandar narkoba jenis ganja di Manokwari, mobil dua (kanan) korban salah tembak yang dikendarai komisioner KPU Kabupaten Teluk Bintuni. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARi – Misteri  insiden tertembaknya mobil rush berwarnah putih di Jalan Esau Sessa tepatnya depan Kantor Badan Nasioanl Narkotika (BNN) Papua Barat pada Sabtu (28/11/2020) terkuak sudah.

Baca juga:Ditresnarkoba Polda Papua Barat Tangkap Pengedar Ganja di Pelabuhan Marampa

Tidak ada yang ditutup-tutupi Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, perintah langsung Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing ,SIK, MSI kepada pejabat utama Polda Papua Barat segera bertindak cepat, usut siapa pelakunya apa penyebabnya, hasilnya pelakunya yang anggota kepolisian menjalani proses hukum sesuai aturan.

Perintah jugu dialamtkan kepada Kabid Humas Polda Papua Barat untuk menggelar press rilis kepada wartawan supaya dipublis, sebagi pertangungjawaban dan keterbukaan institusi kepolisian kepada public, bahwa ada kesalahan karena kelalaian, dan ada yang sudah ditahan, serta institusi memohon maaf kepada warga Papua Barat, korban salah tembak dan keluarganya, bahkan kepada KPU Bintuni, karena seorang komisonernya menjadi korban dalam insiden disubuh itu.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi saat siaran pers, Kamis (3/12/2020) di Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi seusai mengkuti apel pelepasan pasukan pengamanan Pilkada dan pelepasan Satuan Brimob BKO Polda Bali ke Polda Papua Barat yang digeser ke Kabupaten Teluk Bintuni langsung mengumpulkan semua wartawan peliput Polda Barat dan menggelar press rilis.

AKBP Adam Erwindi didampinggi dua perwira Ditresnarkoba Polda Papua Barat secara transparan merunut  asal muasal insiden kasus itu terjadi. Bandar narkoba jenis ganja berinsial SM mengenakan baju tahanan Polda Papua Barat warna orange dan barang bukti 45 bungkus ganja sebagai biang dalam kasus ini diperlihatkan kepada wartawan.

Cerita insden ini berawal dari pengejaran SM yang kabur dari Polda Papua Barat,  dalam pengejaran nantinya SM  tertangkap di Ransiki Manokwari Selatan, tetapi apes bagi anggota tim dua Ditresnarkoba yang mengejar kea rah kota Manokwari.

SM saat kabur mengunakan mobil rus berwarna putih, informasih diperoleh tim dua bahwa ada mobil rus warna putih melaju kearah kota Manokwari, sampailah depan Kantor BNN melintaslah seorang komesioner KPU Kabupaten Teluk Bintuni mengendarai mobil rush berwana putih sama waran dan jenis dengan mobil rush warnah putih yang dipakai SM melarikan diri.

Tim beranggotan R dan D berniat baik memberhentikan  kendaraan naas itu untuk diperiksa, tetapi tak salah juga bagi anggota koemisioner  KPU Bintuni itu tidak berhenti, karena yang dilihat adalah orang berpakain biasa, bukan polisi disubuh hari mau menyetop mobilnya.

Tidak berhentinya mobil komisioner  KPU seakan meyakini dua anggota yang mengejarnya, bahwa itu SM, namun apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur, setelah tembakan peringatan ke udara tidak dindahkan, tembakan diarahkan ke mobil,  berakhir lah insden itu, dalam pemeriksaan diketahui bahwa mobil yang ditembak bukan mobil SM tetapi mobil yang dikemudikan seorang anggota komisioner KPU Kabupaten Teluk Bintuni.

Bandar narkoba SM pemilik 45 kantong plastik ganja yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Papua Barat di Pelabuhan Marampa Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kabid Humas Polda Papua Barat menjelaskan, dalam insiden itu ada dua mobil sama warna, memang salah tembak, tapi jangan salah sangkah, itu bukan politik, tidak ada kaitannya dengan Pilkada, Ia baru selesai mengikuti debat Publik Pilkada Bintuni di Manokwari dan itu kesalahan kaerena kelalaiaan.

‘’Kami Polda Papua Barat serta atas nama pimpinan menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua Barat, bahwa penembakan tersebut tidak ada kaitannya dengan politik kebetulan korban seorang petugas KPU di Bintuni yang selesai melaksanakan debat kandidat di Manokwari,  itu tidak ada kaitanya dengan politik,’’ ujar kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi kepada wartawan, Kamis (3/12/2020) di Polda Papua Barat.

Mantan Kapolres Manokwari  ini mengatakan, insiden Itu murni kelalaian anggota,  kelalainya diproses di Propam Polda dan Ditkrimum Polda Papua Barat.

‘’Pimpinan Polda Papua Barat mengatakan proses tegas terhadap personil  sebagai wujud rasa tanggungjawab pimpinan terhadap bawahannya yang lalai dalam prosedur,’’ tegas Adam Erwindi.(tam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *