Papua

Dukung Keberlanjutan Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Lepas 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau

410
×

Dukung Keberlanjutan Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Lepas 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau

Sebarkan artikel ini
Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi (kiri, bertopi) melakukan pelepasan simbolis 10.000 ikan baramundi di Muara Tipuka, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika papua Tengah pada Kamis, 28 Mei 2026. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

PAPUADALAMBERITA.COM, MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di wilayah pesisir Mimika. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat di pesisir selatan Mimika.

“Program restocking merupakan upaya menjaga keberlanjutan populasi ikan baramundi dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber mata pencaharian penting bagi nelayan dan masyarakat Kamoro di Mimika,” kata Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi, saat pelepasan bibit ikan baramundi dan kepiting bakau di Muara Tipuka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (28/5/2026).

Mewakili perwakilan Pemerintah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Clemens Ohoilulin melakukan pelepasan simbolis 1.000 bibit kepiting bakau. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Gesang menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian dan kerja sama PTFI dengan Universitas Papua (Unipa) melalui survei perikanan yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan ikan dan kepiting di wilayah tersebut. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, mengapresiasi inisiatif PTFI yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

“Kegiatan restocking ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan PTFI, termasuk rencana pengembangan program restocking untuk komoditas lain seperti ikan nila dan ikan mas,” ujar Clemens.

Bibit ikan baramundi dan kepiting bakau diangkut menggunakan perahu dan dilepaskan di perairan Muara Tipuka. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Gesang menambahkan, selain menjaga keseimbangan populasi ikan dan kepiting, program tersebut juga merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban PTFI terhadap persetujuan teknis yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 2023. Dalam persetujuan tersebut, PTFI diwajibkan melakukan upaya peningkatan jasa ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

Sebagai bagian dari program tersebut, PTFI melibatkan sekitar 27 kontraktor lokal dari lima kampung pesisir, yakni Nayaro, Koprapoka, Nawaripi, Ayuka, dan Tipuka, untuk membangun struktur muara yang berfungsi mengendapkan sedimen dan selanjutnya ditanami mangrove.

Hingga saat ini, PTFI telah melakukan penanaman mangrove di Muara Ajkwa dengan luas lebih dari 2.100 hektare.

“Sebelumnya pada 2025 lalu, PTFI juga telah melakukan pelepasan 10.000 anakan ikan baramundi dan 500 indukan kepiting bakau di Muara Ajkwa. Program tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir Papua Tengah,” kata Gesang.


Bibit ikan baramundi didatangkan dari luar Papua dan untuk menambah populasi di perairan pesisir Mimika. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Tentang PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka yang berafiliasi dengan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).

PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu hingga hilir, PTFI menjadi salah satu perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki deposit tembaga dan emas terbesar.

Sementara itu, proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.

PTFI saat ini juga tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, serta standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.(rustam madubun)


Pelaksanaan kegiatan restocking 10.000 ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau dilaksanakan PTFI bersama Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, mewakili Pemerintah. FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *